ADVERTISEMENT

Chelsea Lagi Serba Tanda Tanya, MU Coba Goda Tuchel Saja!

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Jumat, 11 Mar 2022 13:30 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - FEBRUARY 12: Thomas Tuchel the Coach of Paris Saint-Germain during the UEFA Champions League Round of 16 First Leg match between Manchester United and Paris Saint-Germain at Old Trafford on February 12, 2019 in Manchester, England. (Photo by Michael Steele/Getty Images)
Manchester United disarankan merekrut Thomas Tuchel di tengah ketidakpastian Chelsea. (Foto: Getty Images/Michael Steele)
London -

Masa depan Thomas Tuchel diragukan setelah Chelsea terimbas sanksi buat Roman Abramovich sang pemilik. Manchester United disarankan memanfaatkan situasi ini untuk merekrut Tuchel.

The Blues menghadapi masa depan serba tanda tanya setelah seluruh aset pemilik klub Roman Abramovich dibekukan Pemerintah Inggris. Chelsea memang tetap diizinkan beroperasi namun dengan aturan-aturan yang sangat ketat, termasuk dilarang menawarkan kontrak baru, membeli pemain, bahkan menjual tiket dan merchandise.

Dengan situasi ini maka Chelsea akan kehilangan Antonio Ruediger, Andreas Christensen, dan Cesar Azpilicueta karena kontrak mereka habis pada musim panas nanti. Sementara itu jika Tuchel tetap bertahan, maka dia akan kesulitan membangun tim yang kompetitif.

Di seberang kubu, Manchester United sedang mencari manajer permanen untuk menggantikan Ralf Rangnick di musim depan. Sejauh ini sih nama-nama yang paling santer dikaitkan dengan MU adalah Mauricio Pochettino (PSG) dan Erik Ten Hag (Ajax).

Mantan bintang Premier League Jamie Carragher meyakini, MU tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan Tuchel. Apalagi, pelatih Jerman itu punya reputasi jempolan usai membawa Chelsea menjuarai Liga Champions, Piala Super, dan Piala Dunia Antarklub di 2021. Selain itu Tuchel juga sukses bersama PSG dengan raihan total enam trofi dalam dua musim, serta sekali membawa Borussia Dortmund memenangi DFB-Pokal.

"Mengingat kejadian-kejadian di Chelsea, keputusan United untuk menunggu sampai akhir musim memberi mereka pilihan yang tidak dapat diperkirakan oleh siapapun," tulis Carragher di kolom Telegraph. "Salah satu manajer terbaik di dunia, Pelatih Terbaik FIFA saat ini, mestinya ada di daftar teratas mereka."

"Tuchel seperti yang lainnya di Stamford Bridge, tidak akan tahu apa yang akan terjadi dengan klub mereka saat ini. Tidak ada yang akan menawari dia jaminan tentang bagaimana skuad di awal musim depan mengingat penjualan klub sedang ditangguhkan. Tidak ada manajer yang ingin bekerja dengan situasi yang tidak pasti seperti itu. Kalau dia memiliki peluang untuk bergabung dengan sebuah klub seperti United, dia mesti mengambilnya."

"Memang itu tampak seperti sebuah kepindahan yang ganas - mengambil keuntungan dari krisis Chelsea - tapi dari perspektif MU dan Tuchel, itu pilihan yang mudah. Hanya klub-klub sekaliber itu yang bisa menarik dia. Akan sembrono jika United sampai tidak membicarakan dia. Sebagai seorang pelatih, dia itu persis yang mereka butuhkan."

"Jangan lupakan bahwa mentor dia - Ralf Rangnick - itu hanya menjabat sementara. Kalau United tetap menginginkan servis Rangnick dalam kapasitas konsultan seperti yang mereka klaim saat merekrut dia - dan mereka bertanya kepada dia siapa yang seharusnya menjadi manajer baru, kira-kira dia akan menyarankan siapa?" Carragher menyimpulkan tentang peluang Manchester United merekrut Tuchel.

(rin/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT