Neville: MU Kini Membosankan!

Lucas Aditya - Sepakbola
Senin, 04 Apr 2022 21:23 WIB
Manchester Uniteds Fred, Marcus Rashford, Bruno Fernandes and Paul Pogba, from left, react after Leicester scored the opening goal during the English Premier League soccer match between Manchester United and Leicester City at Old Trafford in Manchester, England, Saturday, April 2, 2022. (AP Photo/Jon Super)
Manchester United dinilai Gary Neville membosankan. (Foto: AP/Jon Super)
Jakarta -

Manchester United dinilai membosankan oleh salah satu eks pemainnya, Gary Neville. Dia menilai bahwa para petinggi klub yang patut disalahkan.

Pada akhir pekan lalu, MU nyaris dipermalukan oleh Leicester City. Dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu (3/4/2022) malam WIB, The Red Devils diimbangi oleh The Foxes 1-1.

MU ketinggalan lebih dulu akibat gol Kelechi Iheanacho. Fred menjadi penyeimbang untuk tim asuhan Ralf Rangnick itu.

Setan Merah beruntung tak jadi kalah karena gol James Maddison dianulir oleh wasit. Video assistant referee (VAR) menunjukkan bahwa ada pelanggaran yang dilakukan Iheanacho kepada Raphael Varane dalam proses gol Si Rubah.

Dengan hasil imbang ini, MU kian terancam tak bisa lolos ke Liga Champions musim depan. MU tertahan di posisi ketujuh klasemen Liga Inggris dengan raihan 51 poin hasil dari 30 kali bermain.

Neville mengungkap ada banyak ketidakpastian di tubuh MU. Para fans MU pun sudah tak lagi bisa marah karena terlalu sering dikecewakan.

"Saya pikir secara keseluruhan ada terlalu banyak hal di klub saat ini yang tidak pasti," kata Neville di Sky Sports.

"Pembicaraan mengenai Harry Maguire, Marcus Rashsford, Cristiano Ronaldo, Edinson Cavani, manajer baru, Ralf Rangnick. Apakah dia akan menjadi konsultan, atau dia tidak."

"Itu sungguh sangat sulit untuk dilihat. Saya tak marah, saya tak berpikir ada penggemar Manchester United yang marah meninggalkan lapangan malam ini karena kami mungkin sudah melewati kemarahan. Kami datar saja, kami bosan."

"Dan tak ada apa-apa di hari ini. Saya benar-benar percaya bahwa para pemain peduli, tapi mereka kurang arahan, dan itu datang dari pucuk tertinggi di klub," kata dia menambahkan.

(cas/krs)