ADVERTISEMENT

Tuchel: Beginilah Olahraga, Ada Menang dan Kalah...

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Minggu, 15 Mei 2022 07:05 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 14: Head Coach Thomas Tuchel of Chelsea after his sides 6-5 penalty shoot-out loss after a 0-0 draw during The FA Cup Final match between Chelsea and Liverpool at Wembley Stadium on May 14, 2022 in London, England. (Photo by Robin Jones/Getty Images)
Thomas Tuchel akui kekalahan Chelsea di final Piala FA 2021/2022 (Getty Images/Robin Jones)
London -

Manajer Chelsea Thomas Tuchel memang kecewa dengan kekalahan di final Piala FA 2021/2022. Tapi, perjuangan para pemain membuatnya bangga.

Chelsea berupaya menyelamatkan peluangnya meraih trofi terakhir musim ini saat menghadapi Liverpool di Wembley, Sabtu (14/5/2022) malam WIB.

Menurunkan skuat terbaiknya, Chelsea justru berada di bawah tekanan Liverpool sejak menit awal. Untung saja penyelesaian akhir Liverpool buruk sehingga gol tak kunjung datang.

Chelsea akhirnya bisa menahan Liverpool hingga 120 menit pertandingan dengan skor 0-0. Sayangnya dewi fortuna tak berpihak kepada tim London Barat tersebut.

Chelsea lagi-lagi kalah dari Liverpool dalam drama adu penalti. Setelah di Carabao Cup Februari lalu dengan skor 10-11, kini Chelsea takluk dengan skor 5-6 karena kegagalan Cesar Azpilicueta dan Mason Mount.

Alhasil, Chelsea pun harus menuntaskan musim 2021/2022 dengan nirgelar. Ini tentu jadi penurunan prestasi setelah mereka meraih tiga trofi tahun lalu yakni Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Wajar jika para pemain merasa kecewa, tak terkecuali Tuchel sebagai manajer. Dia pun angkat topi atas keberhasilan Liverpool merebut trofi Piala FA.

"Sama seperti final Carabao Cup lalu, saya sama sekali tidak menyesal dengan kekalahan ini. Saya justru bangga dengan tim ini," ujar Thomas Tuchel di Sky Sports.

"Kami yakin bahwa kami bisa kompetitif dan menyulitkan Liverpool. Kami berhasil melakukannya lagi. Kami memang kesulitan di 15 menit pertama, tapi kami luar biasa sepanjang laga," sambungnya.

"Kami juga mencetak banyak peluang menghadapi tim dengan lini serang terbaik di dunia. Kami pantas menang seperti halnya mereka. Tapi lagi-lagi kami kalah di adu penalti."

"Kami sangat kecewa tentunya. Kami sedih tapi di saat bersamaan bangga. Saya harus menerima kekalahan ini dan tetap menatap ke depan. Seperti itulah olahraga."

(mrp/yna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT