Erik ten Hag: Situasi di MU Tidak Bagus

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Senin, 23 Mei 2022 22:00 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - MAY 23: Manager Erik ten Hag of Manchester United poses at Old Trafford on May 23, 2022 in Manchester, England. (Photo by Ash Donelon/Manchester United via Getty Images)
Erik ten Hag mengakui situasi di Manchester United tidak bagus (Foto: Manchester United via Getty Image/Ash Donelon)
Jakarta -

Manajer baru Manchester United Erik ten Hag menyebut situasi di klub tidak begitu bagus. Meski butuh waktu, Ten Hag yakin bisa sukses.

MU menutup Premier League dengan kekalahan dari Crystal Palace. Disaksikan Ten Hag, MU kalah 0-1 di Selhurst Park, Minggu (22/5/2022) malam WIB.

Setan Merah finis di peringkat keenam klasemen Liga Inggris dengan 58 poin. Itu jadi jumlah poin terendah yang pernah dicatatkan MU di akhir musim selama Premier League.

Selisih gol MU juga nol. Mereka mencetak 57 gol dan kebobolan dengan jumlah yang sama.

Erik ten Hag tak menampik tantangan besar menantinya di Manchester United. Manajer asal Belanda itu punya mimpi menjadikan MU sebagai tim yang menghibur.

"Situasi saat ini jelas tidak bagus. Ini tantangan besar," ujar Ten Hag kepada MUTV.

"Saya ingin membangun dan menyusun tim yang berjuang satu sama lain, yang padu dan akan dapat hasil. Juga kami bermain di Theatre of Dreams."

"Kami ingin menghibur. Tapi pada akhirnya, tujuannya adalah memainkan sepakbola yang luar baisa. Kalau tidak bisa begitu, kami masih harus tetap menang."

Manchester United sempat digadang-gadang sebagai kandidat juara Premier League 2021/2022 setelah finis runner-up di musim sebelumnya. Apalagi mereka kemudian juga merekrut Cristiano Ronaldo, Raphael Varane, dan Jadon Sancho.

"Kami harus menerima situasi saat ini, tapi juga tahu satu tahun lalu klub ini, tim ini, finis kedua di Premier League. Ada potensi dan sekarang tergantung kami untuk mengeluarkannya," ucap Ten Hag.

"Ini proses, akan butuh waktu, tapi saya yakin kami akan sampai ke titik di mana kami sukses. Kami harus kerja keras dan harus berdasarkan filosofi dan strategi yang tepat," katanya.

(nds/krs)