Pemain-pemain Ini yang Merusak Arsenal

ADVERTISEMENT

Pemain-pemain Ini yang Merusak Arsenal

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 26 Jul 2022 05:00 WIB
ORLANDO, FLORIDA - JULY 22: (L) Arsenal Manager Mikel Arteta and (R) Director of Football Edu with new signing Oleksandr Zinchenko on July 22, 2022 in Orlando, Florida. (Photo by Stuart MacFarlane/Arsenal FC via Getty Images)
Edu (kanan) bersama Mikel Arteta (kiri) mendampingi rekrutan baru, Oleksandr Zinchenko. (Foto: Arsenal FC via Getty Images/Stuart MacFarlane)
Jakarta -

Arsenal kesulitan untuk sekadar bertarung di empat besar Premier League beberapa musim terakhir. Edu mengungkap pemicu kerusakan The Gunners.

Arsenal sudah gagal finis di empat besar sejak musim 2016/2017 silam. Klub London utara itu bahkan harus puas menuntaskan musim di urutan delapan pada 2019/2020 dan 2020/2021 lalu, yang menjadi hasil terburuk sejak 1994/1995.

Sejak 2019, Arsenal mulai membangun ulang tim dengan mempercayakan segi teknis ke Edu. Menjabat sebagai direktur teknik, mantan gelandang Brasil itu mengambil kebijakan berani dengan melepas sejumlah pemain top seperti Mesut Oezil dan Pierre-Emerick Aubameyang.

Nama lain yang jadi 'korban' kebijakan Edu adalah Shkodran Mustafi, Sead Kolasinac, dan Sokratis Papastathopoulos. Sebagai catatan, Arsenal bahkan rela membayar kompensasi ke para pemain ini agar mereka pergi.

Langkah ini buat Edu penting untuk dilakukan, karena pemain-pemain top ini bergaji besar tapi minim kontribusi buat tim. Ketimbang menjadi benalu karena sulit dijual, ia memilih mengeluarkan modal untuk mendepak mereka dan membuka jalan untuk pemain lain.

"Ketika seorang pemain berusia 26 tahun atau lebih tua, punya gaji besar, dan tak menunjukkan permainan terbaiknya, dia membunuh Anda. Dulu, 80% skuad ini punya karakteristik itu dan tidak mungkin ada yang membeli mereka," ujarnya kepada The Sun dilansir Metro.

"Mereka tak punya nilai transfer dan nyaman dengan kontrak panjang, tinggal di London. Jadi kami perlu membersihkan skuad dan kalau kami harus membayar beberapa agar mereka pergi, saya menganggapnya sebagai investasi."

"Itu lebih baik daripada membiarkan mereka menutup jalan pemain lain. Enggak masalah kalau seorang pemain punya gaji besar dan tampil bagus. Saya tahu memang aneh untuk mendatangi direksi dan memberi tahu, terkadang lebih baik untuk membayar pemain agar pergi ketimbang mempertahankannya," tandas Edu.



Simak Video "Arsenal Menang, Sejarah Baru Terukir di Liga Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/pur)

ADVERTISEMENT