ADVERTISEMENT

Romero Tak Disanksi Meski Jambak Cucurella, Kok Bisa?

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 16 Agu 2022 05:30 WIB
LONDON, ENGLAND - AUGUST 14: Marc Cucurella of Chelsea grapples with Cristian Romero of Tottenham Hotspur  during the Premier League match between Chelsea FC and Tottenham Hotspur at Stamford Bridge on August 14, 2022 in London, England. (Photo by Chris Brunskill/Fantasista/Getty Images)
Romero (kiri) saat dibayang-bayangi oleh Cucurella dalam laga Chelsea vs Tottenham. Foto: Getty Images/Chris Brunskill/Fantasista
London -

Aksi Cristian Romero yang menjambak rambut Marc Cucurella di laga Chelsea vs Tottenham Hotspur pada akhir pekan lalu tak akan diberi hukuman. Tindakan tersebut rupanya tak tertulis sebagai daftar pelanggaran dalam aturan sepakbola.

Pada laga yang digelar di Stamford Bridge, Minggu (14/8/2022), Romero terlihat menjambak Cucurella dalam situasi sepak pojok untuk Tottenham di menit-menit akhir laga. Saat itu Chelsea tengah unggul 2-1.

Insiden itu sempat ditinjau oleh Mike Dean selaku Video Assistant Referee (VAR), dan wasit Anthony Taylor menyatakan hal itu bukanlah pelanggaran yang memicu kartu merah atau menghasilkan tendangan bebas untuk Chelsea.

Cristian Romero, Marc CucurellaMomen Romero menjambak rambut Cucurella. Foto: Dok. Sky Sports

Laga kemudian dilanjutkan dan Tottenham saat itu kembali mendapatkan sepak pojok. Kali ini, skuad asuhan Antonio Conte berhasil mencetak gol lewat sundulan Harry Kane. Skor menjadi 2-2 dan Spurs terhindar dari kekalahan.

Manajer Chelsea Thomas Tuchel mencak-mencak seusai laga, mempertanyakan keputusan wasit yang tak menganggap pelanggaran. Padahal jika Chelsea mendapat tendangan bebas karena insiden tersebut, kemenangan hampir pasti diraih The Blues.

Dilaporkan Sky Sports, insiden ini juga tak akan ditinjau lebih lanjut oleh FA. Artinya, tak akan ada hukuman yang diberikan untuk bek asal Argentina itu. Kok bisa?

Perlu diketahui, 'lolosnya' Romero dari sanksi disebabkan VAR sudah terlibat untuk mengecek kejadian tersebut, sehingga keputusan yang diambil dianggap sudah mempertimbangkan apa yang dilihat dalam tayangan ulang.

FA baru bisa meninjau ulang jika ofisial pertandingan, baik wasit dan hakim garis di lapangan maupun VAR di ruang monitor, luput untuk melihat kejadian tersebut secara real time dan tak memasukkannya dalam laporan seusai laga.

Dalam hukum sepakbola memang tak secara spesifik tertulis kalimat 'menarik rambut' sebagai pelanggaran. Keputusan menilai kuat tidaknya jambakan tersebut untuk dianggap sebagai tindakan kekerasan dikembalikan kepada wasit.

(adp/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT