Apple dan Zara Saingan Beli Manchester United?

ADVERTISEMENT

Apple dan Zara Saingan Beli Manchester United?

Yanu Arifin - Sepakbola
Jumat, 25 Nov 2022 10:40 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - JANUARY 11: A detailed view of the corner flag inside the stadium prior to the Premier League match between Manchester United and Norwich City at Old Trafford on January 11, 2020 in Manchester, United Kingdom. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Apple dan Zara dikabarkan tertarik membeli Manchester United. (Foto: (Getty Images/Catherine Ivill)
Manchester -

Kabar Manchester United dijual menarik dua brand top dunia membelinya. Raksasa teknologi, Apple, dan brand fesyen Zara, diklaim siap mengakusisi Setan Merah.

MU resmi menyatakan siap mencari investor atau pembeli saham klub beberapa hari lalu. Keluarga Glazer siap mencari alternatif strategis baru bagi klub, yang memang sudah lama didesak mundur dari kepemilikannya.

Melansir Mirror, dijualnya saham MU membuat beberapa pihak langsung tertarik. Salah satunya adalah Apple, raksasa teknologi asal AS.

Apple sendiri merupakam raksasa di bidang teknologi. Perusahaan yang dibangun Steve Jobs itu bernilai 2.389 triliun USD atau Rp 37,4 kuadriliun. Angkanya berkali-kali lipat dari valuasi Manchester United yang 'hanya' bernilai 3,75 miliar paun atau sekitar Rp 69,94 triliun.

Tak cuma Apple, raksasa lainnya yang dikabarkan tertarik membeli MU adalah Zara. Pemilik merek fashion dari Spanyol itu, Amancio Ortega, dikabarkan juga ingin mengakuisisi raksasa Liga Inggris itu.

Menurut Express, Ortega kabarnya sudah mengontak senior eksekutif MU untuk menyatakan ketertarikannya.

Ortega sendiri merupakan pemilik 59 persen saham Inditex, induk produsen pakaian ternama seperti Zara, Bershka dan Pull & Bear. Ortega sendiri masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia, yang ditaksir punya harta sebesar 59,6 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 923 triliun.

Keluarga Glazer sendiri sudah lama didesak suporte runtuk melepas kepemilikannya di Manchester United. Keluarga pengusaha asal Amerika Serikat itu menguasai klub sejak 2005, dan dinilai tak membawa banyak perkembangan bagi klub selain mengeruk pundi-pundi uangnya.

(yna/krs)

ADVERTISEMENT