Roy Keane: Cocokkah Jadi Manajer?

Roy Keane: Cocokkah Jadi Manajer?

- Sepakbola
Sabtu, 26 Agu 2006 12:13 WIB
Roy Keane: Cocokkah Jadi Manajer?
London - Seorang pengamat sepakbola Inggris mengatakan kemungkinan Roy Keane menjadi manajer hanya ada dua: manajer yang hebat atau buruk sama sekali. Tidak ada antara atau tengah-tengah atau lumayan. Hitam putih. Hebat atau buruk. Titik.Ekstrim memang. Tetapi orang menyebut itulah cerminan Keane sebagai pemain maupun sebagai pribadi.Sebagai seorang pemain, Keane bukanlah pemain yang paling berbakat. Malah bisa dikatakan biasa-biasa saja. Tetapi dari bakat yang biasa-biasa saja ia bekerja super keras dan menggantungkan cita-citanya setinggi langit.Ia menuntut dirinya sendiri untuk memeras setiap tetes energi yang ada pada tubuhnya untuk bisa yang menjadi yang terbaik. Hasilnya juara tujuh liga utama Inggris, empat piala FA, liga Champions, dan Piala Interkontinental. Ia menjadi kapten tim paling sukses dari Inggris raya untuk sementara ini.Tentu ia tidak bekerja sendirian. Ia membutuhkan rekan satu tim yang tidak kalah hebatnya.Di Manchester United Keane dikelilingi oleh banyak pemain yang lebih hebat dan erbakat dari dirinya. Dalam biografinya ia masih ingat bagaimana ketika tahun 1993 a pindah ke Manchester United ia dibuat terkagum-kagum oleh pemain-pemain mda United.Tidak usah berbicara mengenai pemain senior saat itu seperti Bryan Robson, Steve ruce atau Garry Palister, Keane masih ingat ketika pertama kali berlatih ia menjadi lan-bulanan David Beckham dan teman-temannya yang saat itu baru mulai muncul di tim utama United. Selama latihan ia bisa dikatakan tak bisa merebut bola dari mereka.Ia tidak marah dengan pemain-pemain muda itu tetapi marah dengan dirinya sendiri. "Bukan salah mereka tetapi salahku sendiri yang belum bisa sebagus mereka," begitu kira-kira ucapnya saat itu.Iapun berlatih lebih keras, lebih tekun dan konsentrasi total untuk sepakbola. Empat ahun kemudian ketika ia mengambil alih posisi kapten dari Eric Cantona segalanya berubah. Ia menjadi panutan anak-anak muda yang ketika ia datang menjadikannya bulan-bulanan di lapangan.Keane seperti kita tahu kemudian menjadi nyawa Manchester United di lapangan. Ia akan lari turun naik lapangan, melindungi pertahanan, mendukung penyerangan, menggugat siapapun -- termasuk dirinya sendiri -- yang turun standar permainannya. Manchester United menjadi sebuah kekuatan yang menakutkan.Tetapi disinilah persoalan muncul. Tak lain dan tak bukan adalah bekas pemain Manchester United sendiri yang sudah mengundurkan diri, Garry Palister, yang melihat persoalan ini.Ia melihat pemain Manchester United bermain sampai titik penghabisan kemampuan bukan demi profesionalitas mereka sebagai pemain tetapi untuk memenuhi standar permainan yang ditetapkan Keane di lapangan berkaca pada standar permainan Keane. Karenanya ada filosofi yang salah.Kalau pemain tidak cukup mampu memenuhi standar Roy Keane maka celakalah ia. Sumpah serapah akan menjadi makanan keseharian mereka. Sialnya Alex Ferguson membiarkan ini terjadi karena Keane adalah cerminan Ferguson di lapangan. Ferguson merasa tidak perlu untuk mencampuri karena toh pekerjaannya sebagai manajer menjadi teringankan oleh sikap Keane.Keane tidak pernah bisa mengerti kalau ada pemain Manchester United bisa lebih buruk dari dirinya. Ia selalu menganggap pemain Manchester United lebih berbakat dari dirinya. Karenanya kalau ia yang tidak berbakat bisa bermain bagus bagaimana mungkin pemain yang lebih berbakat tidak bisa bermain lebih bagus dari dirinya?Bahkan bukan cuma pemain Manchester United, ia selalu menganggap pemain bola professional selalu lebih berbakat dari dirinya. Kalau mereka tidak bisa memenuhi standar yang ditetapkannya? "Malas dan merasa sudah sukses," begitu kira-kira semprotnya. Tak ada alasan lain. Itulah sebabnya Garry Palister mengatakan kalau saja ia masih bermain, ia tak ingin bermain di bawah Roy Keane. "Sehebat apapun Anda, tak ada kata cukup darinya."Keane saat ini dikatakan sedang dibujuk untuk menjadi manajer Sunderland, klub divisi satu Inggris. Tidak jelas reaksi yang muncul dari pemain Sunderland. Mungkin diam-diam sudah banyak yang mengajukan permintaan transfer. Siapa tahu. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads