Setelah terseok-seok, Liverpool merangkai hasil bagus jelang akhir musim ini. Meski terlambat, Si Merah akhirnya mulai menunjukkan ciri khasnya.
Liverpool terseok-seok, selepas tampil gemilang musim lalu dan nyaris meraih Quadruple. Tak ada trofi yang berhasil diamankan musim ini, bahkan peluang untuk finis empat besar Liga Inggris bergantung pada tim-tim lain.
Inkonsistensi menjadi persoalan besar pasukan Juergen Klopp, dengan sorotan besar mengarah ke gaya bermain yang tak seenergik sebelum-sebelumnya. Loyonya Liverpool musim ini diyakini karena dampak musim lalu yang menguras, plus turunnya performa sejumlah pemain khususnya di lini tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kejarlah Mac Allister, Liverpool |
Tapi jelang akhir musim, klub Merseyside itu menemukan pijakan lagi. Usai kekalahan telak 1-4 dari Manchester City, Liverpool bangkit dan tak terkalahkan di delapan pertandingan dan memenangi enam yang teranyar.
Laju itu membawa Liverpool mendekat ke zona Liga Champions, kendati peluang bergantung pada tim-tim lain. Mereka kini satu poin di belakang Manchester United di posisi empat, namun sudah memainkan satu laga lebih banyak.
Kapten Liverpool Jordan Henderson mengungkapkan bahwa jadwal yang melonggar usai tersingkir di sejumlah turnamen, memberi waktu tim untuk berbenah. Biarpun terlambat, baginya ini memberikan momentum bagus untuk musim depan.
"Kami selalu mencoba bekerja dan berbenah sepanjang waktu dan beberapa pekan terakhir, kami punya lebih banyak waktu dan ruang di antara laga-laga untuk berlatih dan memoles berbagai hal, yang mungkin banyak membantu kami," ungkapnya dikutip Liverpool Echo.
"Lalu kami memetik beberapa kemenangan dan pastinya kepercayaan diri agak naik, lalu momentumnya didapat dan tiba-tiba sudah sedikit merangkai hasil."
"Jadi saya rasa ada berbagai alasan untuk itu, tapi hal bagusnya adalah kami jauh lebih tampak seperti diri sendiri. Perjalanan masih panjang dalam hal perbaikan, tapi tanda-tandanya bagus. Semoga kami bisa menuntaskan tiga laga ini dengan bagus dan membawanya ke musim depan," imbuh gelandang 32 tahun tersebut.
Baca juga: Erik ten Hag Tidak Mau Lihat-lihat Liverpool |
(raw/aff)