Bila Empat Besar Berseteru

Bila Empat Besar Berseteru

- Sepakbola
Minggu, 17 Sep 2006 08:42 WIB
Bila Empat Besar Berseteru
London - Penggemar sepakbola tentunya mempunyai selera permaianan yang bermacam-macam. Begitupun dengan manajer sepakbola. Dan di Inggris tidak ada yang lebih kontras dari membandingkan Alex Ferguson, Jose Mourinho, Arsene Wenger dan Rafa Benitez. Kebetulan keempatnya memegang empat klub elit Inggris: Manchester United, Chelsea, Arsenal dan Liverpool.Khas orang Skotlandia, Ferguson, selalu menginginkan timnya bermain lugas, tak kenal takut, physical, selalu menyerang dan tempo permainan yang tinggi. Yang lucu, walau sepakbola adalah olahraga yang mensyaratkan kemampuan fisik, tak semua pemain bola yang mempunyai keterampilan teknis yang cukup untuk bisa memainkan permainan yang keras, sehingga sering Ferguson kesulitan menemukan pemain yang cocok.Mourinho seorang pragmatis. Menyesuaikan diri dengan lawan dan selalu mempunyai rencana yang matang akan bentuk permainan yang diinginkan. Kadang membosankan, tetapi apa boleh buat, memang demikian seorang pragmatis: yang penting menang.Wenger seorang perfeksionis yang teliti. Memuja permainan yang indah. Semua pemainnya dituntut mempunyai keterampilan teknis di atas rata-rata. Celakanya kalau permainan indah yang mereka tawarkan tak efektif dalam sebuah pertandingan, mereka tak punya cara lain untuk bermain, tidak mampu beradaptasi untuk mengubah permainan, tidak ada rencana darurat.Benitez menyukai perpaduan antara permainan dengan keterampilan tinggi dan kecepatan. Seringkali ia kemudian dituduh memilih jalan gampang dengan permainan bola-bola panjang, karena memang biasanya memiliki pemain yang mempunyai kecepatan di atas rata-rata. Dalam beberapa hal ia juga seorang pragmatis mirip Mourinho. Satu kesebelasan dikatakan merupakan cerminan personifikasi dari manajernya. Begitupun yang berlaku untuk empat kesebelasan elit Inggris tersebut. Dan pertemuan antara keempat tim itu selalu menarik karena kekontrasan gaya permainan yang ditawarkan. Apalagi dengan beban sejarah persaingan diantara keempatnya.Kali ini Chelsea melawan Liverpool dan Manchester United melawan Arsenal. Pertemuan Chelsea dan Liverpool belakangan seperti mengambil alih sengitnya perseteruan antara Manchester United dan Liverpool.Bukan rahasia kalau Mourinho dan Benitez memang saling tidak suka. Keduanya bahkan enggan saling bersalaman usai pertandingan, salah satu keharusan kode etik dalam persepakbolaan Inggris. Apalagi dalam setiap pertemuan diantara kedua klub ini selalu muncul kontroversi. Dan dalam dua tahun terakhir mereka telah bertemu 12 kali -- sebuah rekor tersendiri.Chelsea boleh saja menjadi juara Liga Utama Inggris dua tahun terakhir dan tetapi rasa sakit hati Mourinho belum terobati ketika mereka tersingkir di Liga Champions 2005. Apalagi Mourinho dan benitez juga bersaing untuk mendapat sebutan manajer muda terbaik Eropa.Begitupun dengan Manchester United dan Arsenal. Kedua klub ini mendominasi liga utama Inggris dalam 12 tahun terakhir sebelum Chelsea mengoyaknya. Di samping kontrasnya gaya permainan keduanya, Ferguson dan Wenger juga saling tidak suka. Apalagi pendukung Man United selalu mengingatkan Arsenal bahwa sudah empat tahun Arsenal tak pernah lagi mengalahkan Man United di kompetisi Liga Utama,Kontroversi bila keduanya bertemu juga selalu berjibun. Wenger selalu menuduh Man United tidak ingin bermain bola tetapi berkelahi. Sementara Ferguson menuduh Arsenal tidak bisa menerima kekalahan layaknya laki-laki. Wenger juga enggan duduk untuk minum anggur bersama dengan Ferguson usai pertandingan, salah satu aturan tak tertulis di kalangan manajer Inggris.Entah apakah FA berkongkalingkong dengan stasiun televisi pemegang hak siar liga utama Inggris, yang jelas empat tim elit akan saling berhadapan dalam satu hari secara berurutan dan disiarkan secara langsung oleh televisi. Perhatian penggemar bola Inggris tak pelak akan terpaku pada dua pertandingan itu. (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads