Liverpool: Frustasi Rotasi

Liverpool: Frustasi Rotasi

- Sepakbola
Kamis, 19 Okt 2006 22:35 WIB
Liverpool: Frustasi Rotasi
London - Rotasi adalah mantra populer di Inggris saat ini. Hampir semua klub kalau mempunyai cukup pemain melakukannya. Alasannya berbeda-beda: pemain cedera, strategi, atau menjaga agar pemain tetap segar.Untuk sebuah negara sepakbola sebenarnya Inggris termasuk ketinggalan. Spanyol dan Italia misalnya, telah melakukan sejak tahun 1980an. Ide itu di Inggris baru bisa diterima ketika Alex Ferguson membawa Manchester United menyapu bersih Piala FA, Liga Utama Inggris, dan Piala Champions dalam satu musim kompetisi tahun 1998-1999. Tiba-tiba semua klub mencoba meniru kebijakan rotasi itu.Selama empat musim terakhir kebijakan rotasi pemain itu kentara sekali di Inggris. Semua juaranya memanfaatkan rotasi pemain secara maksimal. 11 pemain yang mengawali pertandingan hampir selalu berganti setiap minggunya.Tahun 2002-2003 Man United main 63 kali dengan susunan pemain yang berbeda 56 kali. Tahun berikutnya Arsenal bertanding 59 kali dengan 54 berubah. Kemudian Chelsea 59 bertanding 56 berubah. Dan ketika Chelsea kembali menjadi juara mereka bertanding 54 kali dengan 51 susunan yang berbeda.Liverpool adalah tim yang tidak kalah setianya memakai sistim rotasi ini. Bahkan lebih taat ketimbang klub manapun di Inggris. Sejak Februari 2005, melewati 96 pertandingan belum sekalipun Rafael Benitez menurunkan 11 pemain yang sama dalam dua pertandingan yang berbeda. Setiap minggu adalah perubahan.Benitez tidak sedang meniru tren yang sedang terjadi di klub-klub Inggris. Ialah justru salah seorang eksponen utama yang mengkhotbahkan perlunya sistem rotasi ini. Menurutnya sistem rotasi memberi kesempatan kepada pemain untuk menjaga kebugarannya hingga akhir kompetisi. Tuntutan jumlah pertandingan yang luar biasa banyak menurut Benitez mau tak mau memaksa sistem rotasi harus diterapkan.Reputasi Benitez dengan sistem rotasinya memang terpuji. Ia membawa Valencia juara La Liga tahun 2001-2002 karena kebugaran pemainnya. Tahun 2003-2004 hal itu terulang kembali ketika dalam 10 pertandingan terakhir mereka meraih 26 angka melewati klub-klub lain termasuk Real Madrid yang pemainnya kelelahan karena harus juga bermain di Eropa. Tetapi jangan salah Valencia juga harus bertanding di Eropa. Mereka memenangkan Piala UEFA tahun itu ketika kebugaran fisik mereka jelas mengatasi Marseille yang tampak kepayahan untuk bertahan hingga akhir pertandingan.Pertanyaan adalah apakah Benitez akan sukses menerapkan sistem rotasinya untuk Liverpool. Karena sama-sama menerapkan sistem rotasi Benitez agak berbeda dengan manajer lain. Manajer lain mungkin akan mengganti susunan pemain, tetapi mereka tidak pernah mengganti pemain yang sedang bagus. Benitez tidak peduli. Ia tak segan untuk tidak menurunkan pemain inti sekalipun apalagi hanya pemain sedang bagus penampilannya.Dua bintang Valencia, Pablo Aimar dan Ruben Baraja, akan bisa bersaksi mengenai hal ini. dalam pertandingan yang menentukan melawan Seville untuk menentukan apakah Valencia akan bisa menjadi juara kompetisi La Liga tahun 2003-2004, keduanya tak diturunkan. Alasannya, Benitez ingin agar keduanya segar difinal Piala UEFA seminggu kemudian. Tak ada yang bisa mengritik Benitez saat itu karena Valencia sukses dikeduanya, dan penampilan Aimar serta Baraja memang hebat di final Piala UEFA.Orang Inggris suka mengatakan, susunan pemain boleh berganti-ganti tetapi anda tetap harus tahu 11 pemain utama anda. Liverpool dengan Benitez tidak pernah tahu akan hal ini. Steven Gerrard bisa jadi kapten dan pemain berpengaruh, tetapi Benitez tak segan mencadangkannya begitu saja. Peter Crouch boleh saja mencetak gol buat Inggris dan Liverpool setiap kali diturunkan, tetapi tidak ada jaminan ia akan selalu bermain.Pendukung Liverpool mulai agak khawatir dengan perangai Benitez ini. Benar ia telah menghadirkan Piala Champions dan Piala FA selama tiga tahun keberadaannya di klub ini, tetapi keinginan pendukungnya untuk menjadi kembali juara kompetisi liga tampaknya masih jauh. Liverpool semakin ketinggalan dari klub elit Inggris. Memang baru delapan pertandingan dilewati tetapi Liverpool terpuruk di papan tengah ketinggalan delapan angka dar pemimpin klasemen sementara.Benitez selalu mengatakan tunggu diakhir musim kompetisi, seperti menjanjikan bahwa kebugaran pemainnya akan mampu membawa Liverpool melompati saingannya. Bisa jadi Benitez benar. Tetapi kalau sampai di hari Minggu ini Liverpool kalah dari seteru beratnya, Manchester United, suara-suara miring mengecam rotasi ala Benitez akan kencang terdengar. (lza/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads