Liverpool Kok Begini?

Liverpool Kok Begini?

- Sepakbola
Senin, 13 Nov 2006 13:05 WIB
Liverpool Kok Begini?
Jakarta - Tanpa kemenangan di kandang lawan, Liverpool belum layak dijagokan sebagai calon juara. Sistem rotasi pelatih Rafael Benitez pun kian menunjukkan The Reds memang bermasalah.Hingga pekan ke-12 Liverpool telah melakoni enam partai tandang. Hasil yang diraih sangat mengecewakan, hanya satu poin dan satu gol dari kandang Sheffield United di pertandingan perdana.Memang Chelsea, Manchester United dan Arsenal menjadi lawan yang sudah ditamui Steven Gerrard. Dalam 25 pertandingan melawan ketiga tim, Liverpool kalah 18 kali dan hanya empat kali menang. Namun kekalahan tetap tidak bisa dianggap normal, apalagi dengan total kemasukan 12 gol dan hanya memasukkan sekali.Jika dibandingkan ketika bermain di kandang, kondisinya terbalik. Liverpool cukup meyakinkan dengan lima kemenangan dari enam pertandingan dan total memasukkan gol 13 berbanding satu. Wajar jika Benitez mengeluhkan mental para pemainnya saat tampil di depan publik lawan."Sebagai tim, kami harus meningkatkan permainan kami saat tandang. Kami harus bermain sebaik saat di kandang. Kami harus tahu bagaimana caranya agar demikian. Saya punya beberapa rencana, tetapi tetap saja butuh kerjasama pemain di lapangan," ujar Benitez usai kekalahan 0-3 dari Arsenal, Senin (13/11/2006).Akhir Oktober lalu Benitez membuat gebrakan, untuk pertama kalinya dalam 100 pertandingan terakhir, menurunkan skuad yang sama dalam dua pertandingan berturut-turut. Tim yang mengalahkan Reading di Piala Liga, juga dipakai untuk menekuk Aston Villa di Premier League.Kejutan dari Benitez itu langsung meredam kritikan suporter terhadap kebijakannya yang selalu merotasi pemain. Uniknya, pekan lalu saat menang 2-0 atas Reading, Benitez kembali merotasi pemainnya. Hal serupa kembali diulangi saat bertandang ke Arsenal. Lantas di mana kesalahannya?Sebagian suporter meminta Gerrard dikembalikan bermain sebagai gelandang tengah, bukan di kanan seperti pilihan Benitez akhir-akhir ini. Kembali pelatih asal Spanyol itu menyanggupinya di paruh kedua saat melawan Arsenal, namun hasilnya nol.Kesimpulannya, Liverpool terlalu banyak masalah. Komunikasi yang buruk antar pemain saat ditekuk Arsenal 0-3, menambah borok yang harus secepatnya dikikis. Cedera Momo Sisoko tidak bisa dijadikan alasan, demikian juga formasi ideal tuntutan suporter. Benitez yang baru menyatakan komitmennya Juni lalu untuk empat tahun lagi di Anfield, harus tegas dengan pilihannya. Meski komitmen pemain di lapangan jauh lebih berperan. (lom/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads