Pasokan Bakat yang Tak Ada Habisnya

Surat dari Inggris (1)

Pasokan Bakat yang Tak Ada Habisnya

- Sepakbola
Rabu, 15 Nov 2006 08:35 WIB
London - Setelah bertahun-tahun tinggal di Inggris ini, saya baru mengerti mengapa negeri ini selalu mempunyai pasokan pemain bagus yang seperti tak ada habisnya.Tentu klub-klub profesional dan banyaknya sekolah bola yang ada di Inggris ini memainkan peran penting. Merekalah yang selalu rajin memantau adakah pemain berbakat di seluruh pelosok negeri dan kemudian dibina. Namun yang tak kalah penting adalah peran jaringan klub-klub amatir yang sifatnya sosial. Jaringan pecinta sepakbola yang mengurat akar di tatanan kehidupan sosial negeri ini.Saya mengambil contoh di lingkungan tempat saya tinggal: London Tenggara -- bahkan bukan seluruh London Tenggara sebetulnya, tetapi hanya separuh dari kawasan ini, sekitar lima atau enam wilayah setingkat kecamatan.Untuk daerah sekecil itu ada dua organisasi sepakbola yang masing-masing punya sekitar 20-an klub anggota. Organisasi itu punya liga sendiri-sendiri, dimulai dari kompetisi di bawah usia 7 tahun hingga 18 tahun. Rata-rata di setiap kelas usia mempunyai tiga divisi, katakanlah divisi A, B, C.Tak ada pembatasan seberapa banyak satu klub boleh mengirimkan timnya. Kadang ada klub cukup besar yang mempunyai hingga empat tim untuk satu kelompok umur tertentu. Kalau misalkan mereka berada dalam satu divisi, mereka bertarung sendir. Tak apa, yang penting gembira.Tentunya ada sistem promosi degradasi. Misalkan untuk U-7, satu klub yang menjadi juara atau runner up di divisi C atau B, maka ia akan naik ke divisi di atasnya. Sementara dua klub terbawah akan turun divisi, kecuali kalau sudah di paling bawah divisi C, ya tidak ke mana-mana.Untuk anak-anak di bawah usia 7 hingga 9 tahun, ukuran lapangan lebih kecil, begitupun gawangnya. Satu tim hanya terdiri dari tujuh pemain. Tak ada pembatasan pergantian pemain dan peraturan offside tidak berlaku. Seluruh permainan hanya 50 menit dengan dibagi dua babak. Istilahnya mini football.Begitu naik ke kelompok U-10, offside mulai dipakai, jumlah pemain lengkap sebelas, lapangan lebih besar walau belum seukuran untuk dewasa, tetapi pergantian pemain masih belum dibatasi. Lama permainan 30 menit setiap babak. Semua peraturan pemainan dewasa diberlakukan penuh untuk kelompok U-13 ke atas. Latihan bagi anak-anak ini hingga berusia 12 tahun biasanya hanya berlangsung sekali seminggu. Itu dirasa sudah cukup karena mereka juga bermain sepakbola untuk sekolah mereka. Kalau dihitung-hitung, sebenarnya bagi anak-anak itu tiada hari tanpa bermain bola. Kompetisi mulai diputar persis hampir berbarengan musim sepakbola profesional. Sebelum kompetisi diputar diadakan turnamen sepanjang hari di mana semua tim saling bertemu dengan sistem gugur. Suasananya sendiri lebih mirip seperti karnaval atau pesta besar, ada yang berjualan hamburger, makanan cepat saji, es krim, dan lain sebagainya. Maklum, udara biasanya masih agak hangat ketika turnamen diputar. (Bersambung) (lza/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads