Rogoh Kocek Sendiri

Surat dari Inggris (2)

Rogoh Kocek Sendiri

- Sepakbola
Rabu, 15 Nov 2006 10:00 WIB
Rogoh Kocek Sendiri
London - Dedikasi dan kecintaan terhadap sepakbola sangat dibutuhkan untuk menghidupi klub-klub amatir yang bertebaran di Inggris. Kalaulah orang-orang yang bekerja di klub-klub profesional memang mencari hidup di sana, maka di klub amatir apalagi yang kecil etosnya adalah sebaliknya. Mereka inilah yang menghidupi klub dengan menyisihkan tenaga, waktu dan uang sendiri.Dari direktur klub hingga tenaga pelatih praktis tidak ada yang dibayar. Klub yang cukup besar biasanya mempunyai markas lengkap dengan ruang pertemuan, ruang ganti pemain dan beberapa lapangan bola denga berbagai ukuran. Tetapi yang kecil cukup menggunakan lapangan bola yang tersedia di berbagai tempat di mana klub itu berada. Harus meminta izin pemerintah setempat tentunya.Uang iuran biasanya sekitar 60 poundsterling per tahun. Uang latihan sekitar 3 pounds setiap latihan. Uang itu biasanya habis untuk keperluan sarana latihan, asuransi maupun keperluan sosial tim, misalnya tiga bulan sekali main boling bareng atau sekadar makan-makan bersama. Uang tersebut juga untuk pesta di akhir kompetisi di setiap klub di mana gelar pemain terbaik untuk setiap tim diumumkan.Klub atau pelatih satu tim harus kreatif untuk mencari uang tambahan. Meniru klub profesional biasanya di dada kaos pemain akan ada sponsor. Bisa jadi sponsornya hanya toko kelontong terbesar di daerah itu, atau kadang agen properti, atau apa sajalah. Kewajiban sponsor adalah menyediakan seragam lengkap tim yang bersangkutan. Jadi satu klub bisa saja mempunyai sponsor yang berbeda-beda.Orang tua di samping membayar uang iuran dan latihan juga berkewajiban mengantar anak mereka setiap minggunya untuk berlatih dan bertanding. Kalau kebetulan berhalangan yang harus dilakukan adalah meminta rekan satu tim untuk mengangkut mereka. Jadi kerekatan sosial sangat diperlukan.Orang tua juga harus menyediakan sendiri perlengkapan seperti sepatu, pelindung tulang kering (wajib memakainya), lapis kaos hangat yang dipakai ketika musim dingin.Semuanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tetapi karena biasanya para orangtua ini penggila bola, sepertinya tidak pernah ada suara keberatan. Seperti dikatakan banyak orang kalau Inggris ini negara bola atau seperti menjadikan bola sebagai agama mereka, bukanlah dilihat dari sekadar apa yang terjadi di seputar bola professional tetapi juga dari cara warganya mengapresiasi bola di tingkat bawah.Banyak di antara mereka ini yang kehidupannya benar-benar berputar di seputar jadwal bola anak mereka. Masih ditambah mengikuti tim yang mereka dukung. Sudah jamak kalau saat mengantar anak mereka, yang mereka bicarakan utamanya adalah liga Inggris, entah itu liga utama ataupun di bawahnya. Tidak ada pembicaraan tanpa menyinggung bola. Foto: Seorang pelatih sepakbola klub anak-anak. Di Inggris, banyak pelatih klub amatir tidak dibayar. (carmsoc)---*) Penulis adalah wartawan detikcom, tinggal di London. (lza/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads