Mimpi Jadi Pemain Profesional

Surat dari Inggris (3)

Mimpi Jadi Pemain Profesional

- Sepakbola
Rabu, 15 Nov 2006 11:05 WIB
Mimpi Jadi Pemain Profesional
London - Saya yakin hampir tidak ada dari orangtua yang anaknya bermain bola akan menolak kalau anaknya jadi pemain profesional top. Tetapi itu bukan tujuan utama mereka yang bermain di kompetisi-kompetisi kecil di seantero Inggris ini. Tujuan utama mereka hanyalah karena mereka suka sepakbola. Kalau anaknya bisa menapaki dunia profesional syukur, tidak ya tidak masalah.Hanya memang harus diakui pemandu bakat selalu rajin memantau kompetisi-kompetisi anak-anak yang ada. Tidak hanya klub-klub besar tetapi juga klub-klub profesional kecil.Saya tinggal di daerah Charlton, satu-satunya klub anggota liga utama Inggris di London Tenggara. Salah satu klub amatir yang berafiliasi dengan Charlton, Junior Reds, juga turut berkompetisi dengan klub lain di London Tenggara. Anak saya bahkan pernah berlatih dengan klub ini, tetapi ia memutuskan keluar karena latihannya terlalu keras. Harus diakui bahwa standar latihan mereka memang agak di atas rata-rata yang lain. Tetapi di sekitar London Tenggara juga ada Milwall, Gillingham dan juga Southend. Mereka bersama Charlton rajin memantau bibit yang ada di London Tenggara ini. Bukan hanya Keempat klub itu tetapi klub lain London seperti Arsenal, West Ham, dan Chelsea juga melakukan hal yang sama. Bahkan bukan hanya yang ada di London, Manchester United dan Liverpool juga punya pemandu bakat di daerah ini.Pada dasarnya kompetisi anak-anak yang ramai adalah ladang subur bagi munculnya pemain-pemain berbakat. Semua pemain top Inggris bisa dikatakan merasakan kerasnya kompetisi anak-anak. Contoh terbaru tentu saja adalah Wayne Rooney yang hingga usia 11 tahun masih bermain di kompetisi semacam di Liverpool Utara, sebelum akhirnya diambil oleh Everton dan memainkan pertandingan profesional pertamanya di usia 16 tahun.Awalnya selalu "getok tular", pemain bagus biasanya selalu jadi pembicaraan orang tua maupun liga tempat ia bermain. Dari sini biasanya informasi ditangkap oleh para pemandu bakat. Mereka akan diam-diam memantau selama beberapa pertandingan dan kalau dianggap berpotensi benar akan ditawari ujicoba.Kadang terjadi rebutan antarpemandu bakat. Saat itu terjadi maka realitas kerasnya kehidupan profesional mulai masuk pelan-pelam kekehidupan anak itu dan juga keluarganya. Siapa yang lebih dulu dapat. Siapa yang menawarkan mimpi yang lebih baik.Saya mendapat cerita mengenai anak di daerah kami yang sudah didekati Arsenal karena dianggap berpotensi. Ia belum boleh diikat kontrak oleh Arsenal karena masih terlalu kecil.Pihak Arsenal meminta keluarganya untuk mengatur makanan anak itu, jam istirahatnya, jam mainnya, kehidupan kesehariannya, juga latihan sepakbolanya. Sekali sebulan anak itu diminta berlatih di akademi milik Arsenal untuk dipantau kemampuannya. Itu semua dilakukan tanpa jaminan bahwa si anak nantinya akan bisa benar diikat kontrak oleh Arsenal. Tetapi apa boleh buat mimpi telah ditanamkan sehingga segala sesuatunya mulai diatur. Rutinitas kehidupan keluarga yang bersangkutan berubah mengikuti rutinitas anak itu. Foto: Wayne Rooney. Akademi Everton menjadikannya anak-anak biasa menjadi pemain profesional kelas dunia. (ist)---*) Penulis adalah wartawan detikcom, tinggal di London. (lza/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads