Nonton Langsung Chelsea vs Arsenal (1)
Tiga Kali Repot di Bandara
Kamis, 14 Des 2006 09:35 WIB
Jakarta - Detikcom bekerjasama dengan Indosat kembali memberangkatkan pemenang kuis English Premier League periode I musim 2006/2007. Kali ini yang menjadi hadiahnya yakni menonton langsung big match Chelsea vs Arsenal di Stamford Bridge.Kali ini yang beruntung adalah Thio Susanto Wibowo dan Arif Indro Susmoyo. Untuk nama yang terakhir mungkin Anda masih ingat, dia juga salah satu satu pemenang di edisi terakhir musim lalu. Kedua pemenang ini didampingi wakil dari Indosat Subanindiyo Ardi dan wartawan detiksport Salomo Sihombing.Pengalaman unik dalam petualangan 8-13 Desember 2006 ini, sudah dimulai saat masih berada di bandara Sukarno-Hatta. Ardi harus berurusan dengan petugas imigrasi karena masa berlaku paspornya tidak genap enam bulan seperti yang disyaratkan. Rasa cemas sempat muncul sebab pesawat akan take off 10 menit lagi. Karena harus melapor ke ruang petugas, segala cara dilakukan untuk meyakinkan kita hanya tiga malam di London. Apalagi pihak kedutaan Inggris sudah memberikan visa sebagai tanda izin.Setelah membuat surat pernyataan tidak akan meminta pertanggungjawaban pihak imigrasi Indonesia jika ada masalah di London seperti yang diinginkan petugas, maka stempel tanda izin pun didapat. Tepat pada saat yang bersamaan terdengar panggilan terakhir untuk penumpang maskapai Emirates dengan nomor penerbangan EK394 diumumkan. Tidak ada pilihan lain, pintu masuk dari gate satu pun diuber dengan berlari. Nyaris saja! Beruntung bisa sampai tepat waktu.Dalam perjalanan menuju London, giliran Thio Susanto Wibowo yang jadi lakon sial. Pria yang akrab dipanggil Thio itu terpaksa menanggalkan hampir semua lapisan luar dari pelindung tubuhnya saat akan transit di Dubai. Tidak hanya harus mencopot jaket, tetapi bapak dari dua anak asal Semarang itu juga melepas sweater, sabuk, kalung, sepatu hingga kaos kaki karena alaram gerbang detektor metal berbunyi tiap kali melintas. Setelah sempat kebingungan, warga Semarang itu akhirnya menunjuk telinga kirinya yang digantungi anting."Ini kali yang bikin bunyi," demikian kira-kira arti bahasa Inggrisnya yang patah-patah kepada petugas. Karena memang tidak mungkin menyimpan apa-apa lagi, petugas pun mempersilahkan lewat meski kembali digeledah tiap inci badannya.Penerbangan selama kurang lebih 22 jam akhirnya berhenti di bandara Heathrow London. Namun pengalaman unik terus bertambah. Setelah Susmoyo melewati imigrasi, tiga anggota rombongan lainnya justru tertahan karena petugas imigrasi setempat tidak percaya tujuan kita ke London hanya untuk menonton pertandingan Liga Inggris."Ini bukan pertama kali kami mengirim orang nonton EPL gratis, tahun lalu juga sudah. Dan teman kami Susmoyo merupakan salah satu pesertanya," ujar saya berusaha meyakinkan. Tetapi tetap saja sederet pertanyaan diajukan wanita petugas imigrasi. "Apakah kalian saling kenal?" tanyanya. Tentu saja kami jawab 'iya', tetapi tidak dekat karena baru bertemu sehari. Lucunya, petugas tersebut merasa tidak masuk akal orang yang baru bertemu sehari bisa berangkat bersamaan dengan tujuan yang sama.Kami kemudian diminta menunjukkan tiket pertandingan. Padahal semua keperluan di London dipersiapkan oleh kontributor detikcom di London Liza Arifin seperti periode sebelumnya. Karena tidak bisa diyakinkan, satu-satunya cara yakni memberikan nomor telepon dan alamat Liza untuk dihubungi. Benar saja, setelah dikonfirmasi barulah kita bisa meninggalkan bandara."Kok kalian tadi bisa ditahan? Memangnya ada apa?" tanya Liza saat sudah naik kereta dari stasiun bandara, dan kita jelaskan apa adanya. "Mereka itu takut kalian tidak pulang lagi. Tadi aku harus menjamin pulangnya persis seperti yang di tiket," lanjutnya merujuk rencana kepulangan kami tanggal 13 Desember. Kami pun hanya bisa tersenyum, karena tidak semua turis yang masuk diperlakukan demikian. Terbukti Moyo sudah melenggang lebih dulu."Mungkin tampang kita seperti teroris kali, ya.." komentar Thio. "Ah, ngga juga. Kali aja dia fans Chelsea, tapi iri sampai sekarang belum pernah nonton langsung ke Stamford Bridge," celetukku dalam hati.Tidak terasa, perjalanan berkereta telah tiba di tujuan Stasiun Russel Square. Kami pun berjalan kaki menuju tempat penginapan yang hanya jaraknya hanya sekitar 100 meter.Foto: Empat anggota rombongan dan Liza Arifin, berfoto bersama dengan latar belakang Big Ben. Kiri-kanan: Thio Susanto Wibowo, Salomo Sihombing, Subanindiyo Ardi, Liza dan Arif Indro Susmoyo (detiksport/Salomo Sihombing). (lom/lom)











































