Nonton Langsung Chelsea vs Arsenal (2)
Celup Tangan, Berharap Datang Lagi
Kamis, 14 Des 2006 11:50 WIB
Jakarta - Ada mitos, jika turis mencelupkan tangan ke kolam di depan Coven Garden, maka akan kembali lagi ke London. Boleh percaya atau tidak, tetapi salah satu peserta sudah membuktikannya.Tidak ada kata istirahat setibanya rombongan di penginapan di daerah Russel Square. Tempat-tempat menarik langsung jadi tujuan seperti Coven Garden, National Gallery juga Sungai Thames dan beberapa tempat lainnya. Ada mitos, jika seorang pelancong mencelupkan tangan ke kolam di depan National Gallery, maka dia akan kembali lagi ke London.Setengah percaya dan berharap, tentu saja anggota rombongan lainnya berlomba-lomba mencelupkan tangan. Padahal membuka sarung tangan saja sudah dingin, apalagi mencelupkannya ke air. "Aku sudah membuktikannya," ujar Arif Indro Susmoyo yang memang merupakan salah satu pemenang kuis serupa periode sebelumnya, dengan tiket menonton di Old Trafford sebagai hadiahnya.Ungkapanya ini langsung menyulut semangat pemenang satunya, Thio Susanto Wibowo. "Aku sudah melihat orang yang mengalaminya langsung koq, ya percaya," ujarnya bersemengat.Karena memasuki musim dingin, suhu di London mencapai tiga derajat celcius, jauh lebih rendah dibanding kondisi di Indonesia. Sebagai penghangat, mulled wine menjadi alternatif yang cukup digemari. Minuman ini merupakan wine merah yang disajikan dalam kondisi panas.Kami pun kemudian bersantai di tepian Sungai Thames sambil menikmati kopi panas. Kereta putar, pengamen, orang yang berakting sebagai patung emas serta indahnya pemandangan sungai, membuat dinginnya udara menjadi terasa nyaman.Menjelang pukul tujuh malam waktu London, kami mulai mencari tempat makan. Setelah sepakat. dipilihlah makanan yang akrab di lidah yakni masakan Malaysia di dekat London China Town.Sembari memilih tempat makan, sempat telihat beberapa rumah taruhan. Didorong rasa ingin tahu, Moyo dan Ardi mencoba masuk. Ternyata judi sepakbola di London kurang lebih sama dengan yang di Indonesia. Bermacam-macam yang dijadikan taruhan, sampai hal-hal sepele seperti siapa yang akan offside pertama, pelanggaran pertama, sepak pojok pertama atau lemparan ke dalam pertama. Karena saking bingungnya, kedua orang tersebut batal bertaruh."Besok saja di dekat stadion juga ada, atau nggak di tempat-tempat lain banyak koq. Aku masih mikir-mikir," ujar Moyo seraya memancing prediksi anggota rombongan lainnya. Tidak jadi berjudi, kita pun melanjutkan makan malam dan selanjutnya pulang ke tempat penginapan.Dalam pembicaraan di sela-sela acara makan, akhirnya Moyo lebih cenderung memilih imbang. Namun ternyata sampai pertandingan berlangsung keesokan harinya, rencana memasang taruhan tidak terlaksana. Padahal jika jadi pasang taruhan, single Jakarta itu pasti menang karena pertandingan berakhir 1-1. "Iyah tuh, coba kalau masang dapat berapa kali lipat? Tapi berarti gua memang tidak dizinkan taruhan," ujarnya sambil tersenyum.Foto: Thio Susanto Wibowo mencelupkan tangannya ke kolam di depan National Gallery, berharap kembali ke mendapat kesempatan ko London (detiksport/Salomo Sihombing). (lom/lom)











































