Agger Bikin Deg-degan

Agger Bikin Deg-degan

- Sepakbola
Jumat, 15 Des 2006 14:56 WIB
Liverpool - Sami Hyypia mungkin mulai sering dagdigdug akhir-akhir ini. Anak muda dari Denmark yang jadi 'biang keladinya'. Siapa dia? Daniel Agger. Penampilan cemerlang Agger di lini belakang Liverpool jelas sangat mengancam posisi Hyypia sebagai pemain inti. Permainan Hyypia di usianya kini, 33 tahun, tentu sulit dibandingkan dengan vitalitas Agger yang baru 22 tahun.Di Premiership akhir-akhir ini Agger memang sudah menjadi pilihan utama Manajer The Reds Rafa Benitez. Usai kalah dari Arsenal 12 November 2006 lalu, perlahan tapi pasti Agger mulai menggusur Hyypia. Sejak itu Agger selalu mengisi starting eleven Liverpool, berduet dengan Jamie Carragher. Hasilnya fantastis. Steven Gerrard cs tidak pernah kebobolan satu gol pun di Liga Inggris. Rafa juga sudah menyatakan akan mengandalkan Agger saat dijamu Charlton, Sabtu (16/12/2006) dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris.Hebatnya lagi, Agger sudah dibandingkan dengan legenda Liverpool Alan Hansen. Hansen yang bermain pada dekade 70 dan 80-an merupakan salah satu pemain yang paling banyak meraih titel juara Liga Inggris. Agger resmi menjadi skuad Anfield pada Januari 2006, setelah dibeli dari klub Denmark Brondby. Kepindahannya membuat dia menjadi pemain termahal yang diekspor Denmark dengan perkiraan biaya transfer sebesar 5,8 juta pounds.Penampilan Agger yang memikat saat membela Brondby membuat Liverpool tidak pikir panjang merogoh kocek cukup dalam. Bagaimana tidak, Agger dua kali dinobatkan menjadi Pesepakbola Terbaik Denmark pilihan pemain dua musim berturut-turut, 2004/05 dan 2005/06."Saat kami membeli Agger, kami mencari bibit muda dengan kualitas dan pengalaman. Agger adalah pemain yang tidak hanya kuat dalam bertahan tapi juga bisa mengoper bola dengan baik dalam tempo tinggi," puji Rafa seperti dilansir AFP Jumat (15/12/2006).Melihat tangguhnya penampilan Agger dalam menjaga lini belakang Liverpool bagaikan melihat seorang bek penuh pengalaman. Namun ternyata dia bahkan tidak pernah bermimpi akan berprofesi sebagai pesepakbola profesional."Dua setengah tahun lalu saya masih di sekolah dengan teman-teman saya. Kami memiliki banyak rencana tapi saya tidak pernah bermimpi akan jadi pesepakbola," tandas Agger.Memang lebih baik begitu, Agger. Daripada bermimpi terus, lebih baik langsung diwujudkan saja. (krs/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads