Liga Inggris Malam ini
Tahun Baru Optimisme Baru
Senin, 01 Jan 2007 13:02 WIB
Jakarta - Evaluasi setengah jalan telah dilakukan. Ada yang makin yakin, ada yang tetap optimistis, adapula yang "pura-pura" optimistis -- juga lebih realistis. Tapi menyerah? Jangan. Ini hari baru.Akhir tahun adalah momen untuk intropeksi sekaligus merancang rencana A sampai Z. Yang sudah di depan pasti ingin berlari lebih kencang untuk meninggalkan lawan-lawannya; yang masih di belakang pasti mau mengutak-atik mesinnya agar bisa menderu-deru lagi.Di belantika Liga Inggris, West Ham, Charlton, dan Waftord adalah kelompok yang terakhir. Adalah "dosa" apabila jauh-jauh hari memberitahu pendukungnya bahwa musim ini mereka takkan mampu bertahan di Premieship. Tiga anak tangga terbawah di klasemen memang masih diduduki, tapi tidak berusaha sekuat tenaga untuk beranjak di sisa 17 pertandingan adalah memalukan.The Hammers dan The Addicks sudah memperbarui rencananya buat mengisi setengah tahun pertama di 2007 dengan mengganti pelatihnya. Hasil awal cukup positif: Alan Curbinshley mampu mengalahkan Manchester United pekan lalu; Alan Pardew sudah memungut empat poin dari dua laga pertamanya.Watford belum menunjukkan gelagat maju, tapi mungkin bisa memulainya nanti malam, Senin (1/1/2007), saat bertandang ke markas Fulham. Berat pastinya karena The Cottagers tengah naik moralnya usai memandekkan langkah Chelsea dua hari lalu. Tapi demi mengingat "dosa", mereka harus mulai membiasakan tidak sering kalah, kecuali musim depan mau mengulang dari nol lagi di divisi satu.Di Tahun Baru ini beberapa klub mungkin merivisi ambisinya. Tottenham Hotspur, misalnya. Inkonsistensi penampilan menyebabkan Martin Jol harus lebih realistis. Target menembus zona Liga Champions agaknya makin berat karena selain The Big Four, mereka juga harus bertarung sengit dengan Bolton dan Portsmouth. Sama seperti musim lalu, barangkali Dimitar Berbatov dkk harus siap untuk tetap berlaga di level Piala UEFA.Yang boleh berharap meningkatkan ambisinya adalah Bolton. Dengan posisi tiga besar saat ini, berbekal lima kemenangan berturut-turut, boleh-boleh saja Sam Allardyce menggantikan Jol untuk memburu satu tiket ke Liga Champions musim depan. Kevin Davies cs berhak lebih optimistis kalau malam ini di Anfield sanggup menjungkalkan Liverpool. Sekali lagi, ini juga tidaklah mudah karena The Reds masuk kategori tim papan yang (mencoba) tetap optimistis. Sambil berharap Manchester United dan Chelsea sering-sering terpeleset, Rafa Benitez pasti berharap anak-anak asuhannya lebih rajin memungut kemenangan agar peluang menjadi juara tidak habis hanya di bulan Februari. Bedanya dengan Arsene Wenger, Benitez masih "malu-malu" untuk mengatakan "kami masih bisa juara". Ia lebih suka berdiplomasi dengan mengatakan dirinya tak setiap minggu memelototi tabel klasemen dan hanya fokus pada pertandingan di depan.Tapi Wenger tidak. Ia terkesan "pura-pura" optimistis bisa menyalip MU dan Chelsea. "Saya setuju, 17 poin adalah jarak yang jauh. Tapi ini belum selesai. Kami akan berjuang sampai detik-detik akhir musim," begitu cetusnya.Mungkin Wenger baru melihat pada aspek matematis, tapi kurang realistis. Berharap memotong jarak sebesar itu berarti harus melakukan dua syarat: pertama, tidak membuang satupun kesempatan untuk menang; kedua, berdoa agar Red Devils dan The Blues terserang "batuk-batuk" di 17 laga sisanya.Tapi menganggap The Gunners sudah tak berpeluang juga tidaklah adil. Paling tidak Wenger adalah seorang motivator yang sangat baik. Kalaupun di kemudian hari harus melempar handuk, itu baru boleh dilakukan setelah semua perjuangan sudah dilakukan dan jalan keluar tetap tidak ditemukan.Yang beneran tetap optimis tentu saja Jose Mourinho. Tertinggal enam poin dari MU betul-betul membuat manajer Chelsea ini gusar. Skenario terus ia rancang, termasuk apabila baru bisa menelikung "Setan Merah" di partai terakhir mereka di Stamford Bridge."Tentu saja akan lebih baik kalau kami bisa lebih baik sebelum masa itu datang. Tapi jika Anda tidak mempersiapkan diri berduel sampai akhir, berarti Anda tidak mampu bertarung sampai akhir," ujarnya. "Mereka mungkin bisa terus menang, tapi mereka juga pasti akan kehilangan beberapa poin. Dan kami harus terus menang."Bagaimana dengan MU? Ryan Giggs dkk pasti makin optimistis dapat merebut kembali mahkota Inggris yang sejak 2003 digilir Arsenal dan Chelsea. Sir Alex Ferguson sejauh ini sukses mengatur pemakaian skuadnya sehingga tetap tangguh walaupun punya jadwal padat, dan kemenangan terus diperoleh dengan meyakinkan. Namun optimisme Ferguson tetap dipelihara dengan sikap waspada. "Berada di puncak klasemen di Tahun Baru membuat kami sangat bahagia. Ini memberi kami kesempatan yang sangat besar," katanya menjelang lawatan MU ke St James Park."Tapi lawan kami malam ini cukup sulit. Newcastle United bermain bagus dan mereka-lah fokus kami saat ini. Kami harus tetap waspada. Ini akan jadi atmosfer luar biasa karena Newcastle belakangan telah meningkat."Jadwal pertandingan Tahun Baru:Senin (1/1/2007) malam WIB:LiverpoolΒ Β Β Β vsΒ Β Β Β Bolton W.FulhamΒ Β Β Β vsΒ Β Β Β WatfordMan CityΒ Β Β Β vsΒ Β Β Β EvertonMiddlesbroughΒ Β Β Β vsΒ Β Β Β Sheffield UtdPortsmouthΒ Β Β Β vsΒ Β Β Β Tottenham ReadingΒ Β Β Β vsΒ Β Β Β West Ham Wigan Β Β Β Β vsΒ Β Β Β Blackburn Newcastle Β Β Β Β vsΒ Β Β Β Manchester UtdSelasa (2/1/2007) malam WIB:Arsenal vs Charlton Aston Villa vs ChelseaFoto: Pemain-pemain Arsenal. Masih bisa jadi juara? (AFP/Carl de Souza) (a2s/a2s)











































