Kesempatan Pelesir ke London

Jelang Chelsea vs Macclesfield

Kesempatan Pelesir ke London

- Sepakbola
Jumat, 05 Jan 2007 11:50 WIB
Kesempatan Pelesir ke London
Jakarta - Dicari dari aspek manapun, entah apa kelebihan klub bernama Macclesfield Town jika dibandingkan dengan Chelsea FC. Kalaupun ada, mungkin baru satu poin: "menang tua".Macclesfield terbentuk pada 1874, atau tiga tahun setelah turnamen tertua di dunia, Piala FA, pertama kali digelar. Chelsea lahir cukup lama setelah Macclesfield "melek", yakni 35 tahun kemudian.Janganlah tanya soal reputasi dan prestasi. Jika Chelsea adalah penguasa daratan Inggris dalam dua musim terakhir, Macclesfield bahkan tak pernah mencicipi rasanya bermain di divisi top kompetisi di negerinya sendiri.Jarak usia di antara mereka sama lebarnya dengan kondisi mereka saat ini. Macclesfield adalah tim urutan dua dari bawah di klasemen League Two (Divisi Empat Liga Inggris) -- hanya satu level di atas divisi amatir; sedangkan Chelsea peringkat dua kompetisi Premiership.Gaji seorang Frank Lampard, yang Rp 1 miliar lebih per minggu, bisa untuk membayar gaji rata-rata satu pemain The Silkmen minimal untuk dua tahun! Rasanya tidak "pantas" untuk menambah panjang daftar perbedaan di antara kedua klub tersebut. Toh akhir pekan ini, Sabtu (6/1/2007), mereka akan berada di level yang sama sebagai kontestan putaran ketiga Piala FA. Semua orang pasti menyebut duel mereka seperti pertemuan David melawan Goliath. Ince, mantan bintang Manchester United dan timnas Inggris, bahkan tidak berani untuk sekadar bermimpi."Kami tidak berharap menang," ujarnya kepada Independent akhir minggu lalu. "Macclesfield takkan pernah memenangi Piala FA. Jadi itu bukan prioritas utamaku."Ince, yang pernah menjadi anggota skuad "Setan Merah" saat menundukkan Chelsea 4-0 di final Piala FA 1994, sadar betul ia menangani klub berkasta rendah. Ia bahkan baru bisa mempersembahkan kemenangan setelah bekerja selama dua setengah bulan, tepatnya pada 5 Desember silam. Tapi sejak itu Macclesfield berjalan dengan langkah mulus di kelasnya. Dari 13 pertandingan mereka hanya kalah satu kali. Tujuh dari delapan partai terakhir di semua kompetisi juga mampu mereka menangi.Cukupkah itu buat menjegal Chelsea? Tentu tidak. Ince, manajer kemarin sore yang masih lapar bermain dan hampir selalu menurunkan dirinya sendiri di menit-menit terakhir, tidak mungkin tidak bersikap realistis."Prioritasku adalah bertahan di liga ini. Buat kami ini adalah kesempatan besar untuk menghadapi pemain-pemain kelas dunia," tutur pria berusia 39 tahun itu.Ince dan anak-anak buahnya juga bersyukur pertandingan ini digelar di Stamford Bridge, bukan di kandang mereka, Moss Rose Stadium, yang hanya berkapasitas 6.355 tempat duduk. "Kami akan bisa menikmati pemandangan London," sambung Ince merujuk pada jarak Macclesfield-London yang kira-kira 273 km. "Saya menduga beberapa dari pemain kami bahkan belum pernah pergi ke sana." (a2s/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads