Maaf dan Maaf Lagi, Rafa?
Rabu, 10 Jan 2007 07:36 WIB
Liverpool - Maaf pertama Rafael Benitez bisa-lah diterima fans Liverpool. Tapi untuk kali kedua secara beruntun, maaf saja rasanya tak cukup mengobati rasa sakit dalam hati.Tiga hari lalu, untuk kali pertama sepanjang musim ini Anfield ternoda. Adalah Arsenal yang meninggalkan bercak hitam itu saat membawa pulang kemenangan 3-1 di ajang Piala FA. Atas peristiwa memalukan itu Rafa mengajukan permintaan maaf pada fans Liverpool.Dinihari tadi, Rabu (10/1/2006), pelatih Spanyol itu punya kesempatan untuk membayar lunas utangnya saat kembali menghadapi The Gunners, juga di Anfield, dalam gelaran Piala Liga Inggris. Tapi bukannya mendapat obat dari kekecewaan pertama, hati puluhan ribu pendukung Liverpool malah tersayat makin dalam saat enam gol tim tamu bersarang di jala Jerzy Dudek, sementara Steven Gerrard cs cuma membalas tiga kali."Pertandingan yang buruk buat kami dan yang bisa kami katakan sekarang hanyalah meminta maaf pada suporter. Kami harus bisa segera melupakan pertandingan malam ini dan memandang ke depan baik di Liga Inggris maupun di Liga Champions," sahut Rafa seperti dikutip situs resmi Liverpool.Stadion yang seharusnya sangat angker buat siapapun yang bertandang ke sana justru seperti menjadi taman bermain yang menyenangkan buat Arsenal. Bayangkan, dalam tempo tiga hari sembilan gol bersarang di gawang pemiliknya dari lawan yang sama. Liverpool tersandung batu yang sama dua kali."Masalahnya adalah kami kemasukan empat gol di babak pertama. Saat kami menghadapi situasi seperti itu, sangat sulit untuk mengendalikan permainan. Di babak kedua kami perlu mencetak gol cepat, tapi itu gagal dilakukan. Dalam kondisi itu Arsenal justru mampu mempertahankan bola dan menyulitkan kami," dalih eks pelatih Valencia itu.Tren Liverpool sebulan terakhir sebenarnya sedang baik-baiknya sepanjang musim ini. Di Premiership dari tujuh laga terakhir, enam kemenangan bisa diamankan. Namun kekalahan telak atas Arsenal ini justru menunjukkan kalau penyakit The Reds di awal musim ini, yang bernama inkonsistensi, rupanya belum sembuh. "Sekarang bukan saatnya menunjuk seseorang untuk disalahkan. Kami menang bersama dan kalah juga bersama-sama," tutup Rafa.Masih ada maaf buat Rafa? (din/a2s)











































