Dudek: Cuma Makan Malam dan Karaoke

Dudek: Cuma Makan Malam dan Karaoke

- Sepakbola
Selasa, 20 Feb 2007 23:22 WIB
Dudek: Cuma Makan Malam dan Karaoke
Liverpool - Jerzy Dudek memang sudah menghaturkan maaf atas kejadian memalukan yang melibatkan dirinya dan beberapa rekannya di Portugal pekan lalu. Namun dia bersikeras faktanya berbeda dengan pemberitaan media. Katanya, cuma makan malam dan karaoke saja. Melalui kolom di situsnya, jerzydudek.eu, kiper asal Polandia itu mengaku bersalah karena melanggar jam malam pelatih Rafa Benitez. Meski begitu dia mengaku kisah sebenarnya jauh berbeda dengan pemberitaan media "Di sebuah media saya ditulis hendak memukul seorang polisi, diborgol dan ditangkap. Itu tidak terjadi," ketusnya.Hari itu, lanjutnya, Benitez memang memberikan jam bebas bagi para pemainnya mengingat mereka sudah berlatih keras dan itupun hari terakhir sesi latihan mereka di Portugal. Bebas, tapi para pemain sudah harus berada di kamar masing-masing saat tengah malam."Usai menyantap makan malam, kami juga menyanyi karaoke di sebuah restoran. Suasananya menyenangkan, kami dan para pengunjung restoran benar-benar bersenang-senang," lanjut Dudek.Usai makan malam dan berkaraoke ria, para pemain pun beranjak pergi dari restoran menuju hotel mereka yang hanya berjarak lima menit. Saat itu Dudek mengaku gerombolan anak-anak Anfield yang turut serta memang sedikit ribut dan ramai. "Memang benar penguni apartemen sekitar yang sudah terlelap jadi terganggu. Salah satu penghuni memang memanggil polisi, tapi itu karena ada pencurian di salah satu apartemen itu. Yang jelas itu bukan salah kami," ungkap kiper 33 tahun itu.Apapun itu, Dudek mengaku bahwa dirinya dan para rekannya telah mengkhianati kepercayaan dan amanat pelatih karena melanggar jam malam. Selain itu kiper yang bermain di Liverpool sejak tahun 2001 itu juga menyesal telah mengganggu ketenangan dan waktu tidur para masyarakat sekitar."Keesokan harinya kami merasa seperti orang bodoh. Pelatih akhirnya menghukum kami, dan saya salah satunya. Kesimpulannya, kami harus belajar dari kesalahan ini sehingga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari," tutupnya bijak. (krs/lom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads