Kegigihan Terry Versus Cedera
Senin, 26 Feb 2007 11:33 WIB
London - Punggung, engkel, kepala. Tiga masalah yang melanda John Terry dalam dua bulan terakhir. Tapi toh itu tidak membuatnya surut bersepakbola, justru sebaliknya.Terry biasa membuat orang terkesima dengan penampilannya yang setangguh karang di lini pertahanan Chelsea maupun timnas Inggris. Namun dalam dua bulan terakhir ini masalah cedera-lah yang membuat perhatian tertuju kepada pesepakbola 26 tahun itu. Usai menjalani operasi punggung pada 29 Desember tahun lalu, cedera sudah kembali datang pada 22 Februari 2007 di Liga Champions, kali ini giliran engkelnya. Masih dalam hitungan hari, giliran mukanya yang jadi korban hantaman kaki Abou Diaby di final Piala Liga Inggris, kemarin (25/2/2007).Ajaibnya, Terry selalu bisa pulih lebih cepat. Sehari usai operasi punggung, kapten Chelsea itu sudah bisa melakukan joging. Hal serupa terulang usai cedera engkel. Usai melakukan pemeriksaan, Terry divonis dokter klub akan absen selama dua pekan. Tapi apa yang terjadi? Tiga hari kemudian dia sudah tampak fit di lapangan saat beradu dengan Arsenal di final Piala Liga Inggris. Tapi dalam pertandingan itu satu lagi keajaiban pemulihan dilakukan Terry. Di menit 58, insiden mengerikan menimpa Terry saat kepalanya diterjang dengan telak oleh kaki Diaby.Melihat adegan horor itu, publik terhenyak. Siapapun yang menyaksikan meramalkan yang terburuk. Bagaimana tidak, Terry dikabarkan sempat tidak sadarkan diri untuk beberapa saat sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit, dengan menggunakan penyangga leher dan alat bantu pernapasan. Fisioterapis Arsenal, Gary Lewin, bahkan mengatakan muka Terry sempat membiru dan menelan lidahnya. "Dia hilang kesadaran dan berhenti bernapas," getir manajer Chelsea Jose Mourinho mengingat insiden tersebut, dilansir The Sun, Senin (26/2/2007).Tapi lagi-lagi Terry membuat kejutan. Tidak sadarkan diri pukul 16.11 waktu setempat, dia kembali ke Cardiff tempat diselenggarakannya pertandingan pukul 17.58 untuk merayakan kemenangan timnya. Tidak sampai dua jam! Rekannya tentu saja kaget dan khawatir, tapi apa jawabnya?"I'm ok (Saya tidak apa-apa)," sahut Terry dengan enteng.Terry memang bagian penting dari Stamford Bridge. Tidak hanya sebagai kapten, dia juga merupakan simbol dan ruh Chelsea, selain juga bek tangguh di lini pertahanan timnya. Mungkin itu juga sebabnya dia sebisa mungkin berupaya pulih secepatnya bagi klub tersebut. Faktanya, Chelsea memang kedodoran tanpa Terry. Pada saat Terry absen karena masalah punggung, klub London itu kebobolan enam gol dari total keseluruhan 15 gol. "Kapal" bernama Chelsea itu pun mulai dilanda kekisruhan internal sebagai buntutnya. Apa mau dikata, bisa dibilang The Blues memang sangat bergantung kepada kaptennya itu. Alhasil, Mourinho sulit berpaling dari Terry dan kerap tergoda memasangnya dalam pertandingan, walaupun pemainnya itu baru pulih dari cedera. Apalagi Terry memang tidak pernah menolak dimainkan. Foto: John Terry tergolek di lapangan setelah kepalanya dihantam kaki Abou Diaby (AFP/Paul Ellis). (krs/a2s)











































