Dein Pergi, Arsenal Gonjang-Ganjing
Kamis, 19 Apr 2007 10:02 WIB
London - Hengkangnya wakil presiden David Dein diprediksi akan membuat manajemen Arsenal goyah. Kalangan media Inggris menilai akan terjadi kekacauan di tubuh The Gunners.Seperti diberitakan sebelumnya, Dein secara mengejutkan melepaskan jabatan wakil presiden Arsenal. Konflik dengan manajemen tim disinyalir sebagai alasan utama pria yang juga menjabat sebagai ketua G-14 ini melengserkan diri.Dan fakta tersebut langsung menjadi makanan empuk bagi kalangan media Inggris. Mulai dari perombakan besar-besaran hingga akuisisi saham mayoritas Arsenal diberitakan akan segera terjadi."Arsenal dalam kekacauan besar setelah kepergian Dein membuat manajemen terpecah," demikian The Times menulis headline koran mereka, Kamis (19/4/2007).Tak kalah panas, The Sun juga memprediksi Arsenal akan 'menghadapi pengambilalihan senilai 650 juta pounds dari taipan AS'. Tak hanya itu saja, The Sun juga meramal masa depan Arsene Wenger dan Thierry Henry di Arsenal akan segera berakhir.Bukan tanpa alasan banyak prediksi yang menilai Arsenal akan berada dalam kondisi gonjang-ganjing. Meski menjabat sebagai wakil presiden klub, kharisma Dein dinilai melebihi ketua Arsenal, Peter Hill-Wood.Contoh keputusan terbaik Dein adalah mendatangkan Wenger pada Oktober 1996 lalu. Di sinilah yang menjadi awal era keemasan Arsenal hingga saat ini.Tak ayal, kepergian Dein bak memantik api dalam sekam. Saham Arsenal yang dimiliki pria berusia 63 tahun itu sebanyak 14,5 persen pun ada kemungkinan akan dijual, dan salah satu calon pembelinya adalah Stan Kroenke, pebisnis asal Amerika Serikat yang sudah memiliki saham Arsenal sebanyak 11 persen.Saham mayoritas kepemilikan Arsenal saat ini masih dimiliki oleh anggota manajemen, termasuk Hill-Wood, dengan nilai total 45,45 persen dari nilai saham keseluruhan dan tidak ada niatan dari pihak manajemen untuk menjualnya ke pihak lain.Dengan demikian ada lebih dari 50 persen saham yang masih rentan menjadi milik Kroenke. The Sun menulis bahwa jika Kroenke membeli saham Dein, maka total kepemilikan tidak akan melebihi dari 30 persen dan kondisi tersebut tidak cukup untuk bisa secara otomatis menjadi pemilik Arsenal.Kondisi itulah yang membuat Arsenal diprediksi akan kacau dan peluang untuk akuisisi The Gunners juga terbuka. Bukan tak mungkin juga fenomena Manchester United dan Liverpool yang dibeli oleh pengusaha asal AS juga terjadi di tubuh Arsenal. (ian/key)











































