Harga Mahal Tekel Boulahrouz
Senin, 07 Mei 2007 03:13 WIB
London - Frank Lampard dan Salomon Kalou pasti menyesali kehebatan Jens Lehmann, tapi Khalid Boulahrouz mungkin lebih menyesali diri sendiri atas kegagalan Chelsea.Lampard dan Kalou sudah berusaha keras untuk menambah gol Michael Essien di menit 70, yang menyamakan gol Gilberto Silva di akhir babak pertama. Namun Lehmann dengan luar biasa menghalau tembakan mereka dan mengamankan gawang Arsenal dari kebobolan lagi.Di penghujung pertandingan kedua klub London itu berbagi skor 1-1. Efeknya buat Chelsea adalah mereka dipastikan mustahil mengejar Manchester United dan terpaksa menyerahkan titel Premiership kepada "Setan Merah".Ketidakmampuan The Blues menundukkan Arsenal tentu tak lepas dari kekalahan mereka dalam jumlah pemain. Sejak menit 42 tim besutan Jose Mourinho bermain dengan 10 orang.Adalah Boulahrouz penyebab Chelsea kekurangan tenaga. Gara-gara ceroboh menjatuhkan Julio Baptista di kotak terlarang, tim tamu dihukum tendangan penalti, yang oleh Gilberto dieksekusi dengan sempurna.Ironisnya, Boulahrouz baru kali ini lagi dimainkan. Defender internasional Belanda itu absen selama enam minggu karena cedera bahu. Kehadiran Boulahrouz sebenarnya amat diharapkan Mourinho karena Ricardo Carvalho tak bisa main lantaran cedera. Dalam kondisi tim yang minim bek tengah, semestinya pemain keturunan Maroko itu menjadi tandem terbaik John Terry.Namun Boulahrouz melakukan kesalahan fatal. Ia tak mampu meredam frustasinya menghadang Baptista, sehingga menekel forward Arsenal itu meski posisinya sudah kalah dan rawan penalti.Akibat kartu merah tersebut Chelsea harus bermain dengan 10 orang di sepanjang babak kedua, dalam posisi tertinggal dan tekanan lebih tinggi. Kalau saja Boulahrouz tidak diusir dari lapangan, dan jumlah pemain kedua tim sama, mungkin saja ceritanya bisa lain.Foto: Khalid Boulahrouz (kanan) saat menjatuhkan Julio Baptista di kotak penalti Chelsea. (bbc) (a2s/ian)











































