Pesta-Pesta di Old Trafford
Senin, 14 Mei 2007 08:25 WIB
Manchester - Manchester United sempat tegang ketika Carlos Tevez membongkar gawang Edwin van der Sar. Namun akhirnya Gary Neville dkk tertawa lebar -- sebahagia anak-anak West Ham.MU, yang telah memastikan titel Premiership minggu lalu, tentu berharap menutup kompetisi yang mereka menangi dengan kemenangan pamungkas di depan suporternya, di markas kebesarannya, Old Trafford.Namun manisnya ujung cerita tidak tercipta, meskipun juga tidaklah pahit. Menghadapi tim yang tengah berjuang untuk terbebas dari zona degradasi, pasukan "Setan Merah" kalah 0-1.Setelah dibobol Tevez menjelang turun minum, MU tetap ngotot bermain. Sebagai tim juara, tampil di kandang sendiri pula, tentu tidak bergengsi harus kalah dari tim papan bawah. Sir Alex Ferguson pun menuruh bangun Paul Scholes, Ryan Giggs, dan Cristiano Ronaldo dari bangku cadangan, yang bertambah dingin oleh suhu yang dibawa air hujan.Serangan bertubi-tubi dialirkan ke jantung pertahanan The Hammers. Tak ada raut-raut gembira di seluruh pemain MU, kendati mereka tahu sudah juara. Sebaliknya, tidak ada muka pemain West Ham yang tidak tegang karena mereka sadar masih berdiri di bibir jurang.Lalu peluit panjang pun berbunyi. MU tetap juara, West Ham selamat. Dua pesta pun digelar berbarengan di satu stadion.Para pemain West Ham -- dan suporternya yang melancong ke Manchester -- berangkulan. Mereka larut dalam suka cita, hanyut pada rasa lega karena selamat dari maut. Tevez tak pelak menjadi pemain yang paling sering disorot kamera televisi, begitu pula manajer Alan Curbishley. Melihat pesta "selamatan" West Ham seperti meyaksikan sebuah tim yang baru memenangi partai final besar. Tapi mereka memang layak melakukan itu. Sebuah perjuangan berat yang sukses mesti disyukuri habis-habisan.Kemudian pesta gantian milik MU. Setelah berganti pakaian dengan yang kering, muncullah rona-rona cerah dari satu per satu pemain dan ofisial Red Devils. Medali pun dikenakan, podium kemenangan dinaiki.Alex Ferguson, yang telah menyumbangkan sembilan titel Premiership buat MU, berdiri di depan kapten Gary Neville dan wakilnya, Ryan Giggs, yang kemudian bersama-sama mengangkat tropi juara.Old Trafford pun membahana. Sang juara telah kembali setelah tiga musim terakhir kalah dari Arsenal dan Chelsea. "Kemenangan adalah sebuah obat paling mujarab dari segala penyakit dalam kehidupan. Ia memberikan Anda sesuatu yang ekstra dan saya pikir skuad kami akan terus dan melakukan yang lebih tahun depan," cetus Ferguson dikutip AFP."Ini sebuah prestasi yang fantastis yang dihasilkan para pemain klub ini. Mereka tim terbaik di negeri ini dan memainkan sepakbola terbaik. Jika Anda melihat tropi ini ada di tangan mereka, maka Anda tahu betul bahwa mereka memang telah membuahkan prestasi."Selamat buat MU. Selamat pula untuk West Ham. (a2s/din)











































