Jangan Pergi, Tevez!
Senin, 14 Mei 2007 12:22 WIB
Jakarta - Carlos Tevez hampir menyerah dari West Ham. Tetapi dengan gol kemenangan yang dicetaknya ke gawang Manchester United, sepertinya The Hammers perlu memaksa Tevez mengubah pendiriannya. "Tiap Sabtu kami selalu ditendang dan pulang dengan kaki lebam-lebam," demikian cetus penyerang asal Argentina itu mengenai gaya permainan sepakbola Inggris. Kick and rush memang membuat Tevez kerap mengeluh di musim pertamanya di negeri Ratu Elizabeth II ini. Tapi itu mungkin masih bisa ia tahan-tahan kalau saja prestasi West Ham tidak terlalu memprihatinkan. Di sepanjang musim Bobby Zamora cs berjuang mempertahankan posisinya di Premier League. Pada sembilan pertandingan pertama, skuad yang dahulu dibesut Alan Pardew ini tidak pernah menang. Pelatih tim nasional Argentina Alfio Basile pun menyuruh Tevez dan Javier Mascherano (kompatriotnya yang bergabung masuk Upton Park bersamaan) untuk hengkang. Tevez bergeming.Pardew diganti Alan Curbishley pada bulan Desember 2006, tapi masalah tetap enggan menjauhi pria 23 tahun itu. Masih tak mencetak gol, Curbishley mulai tidak memainkannya secara penuh. Tevez pun makin frustasi. Puncaknya, dia meninggalkan pertandingan saat diganti melawan Sheffield United. Atas kelakuannya itu dia harus menerima hukuman yang sangat memalukan, yakni mengenakan seragam tim nasional Brasil saat latihan. Jika hidup di lapangan terasa sulit, di luar lapangan Tevez juga sangat menderita. Adaptasi di Inggris terasa sulit. "Bahasa jadi kendala," keluhnya lagi. Saking tak kuat, penyerang berwajah "monster" itupun mengisyaratkan menyerah dengan tak mau belajar bahasa Inggris lagi. Tetapi di Old Trafford, Minggu (13/5/2007) malam, pemain yang sudah akan angkat tangan itu menunjukan semangat berbeda. Butuh minimal seri guna mengamankan posisinya di Premier League, West Ham menang 1-0 sekaligus menodai pesta juara MU musim ini. Dan Tevez tampil sebagai pahlawan berkat golnya di penghujung babak pertama.Tevez memang melalui masa sulit di paruh pertamanya di Inggris. Tapi sejak West Ham ditukangi Curbs, dia mulai membaik. Setelah memecah kebuntuan gol di bulan Maret lalu, sekarang sudah tujuh gol dikemasnya. Di bulan April, dia pun dianugerahi gelar Pemain Terbaik West Ham oleh majalah Hammers News dan Hammer of The Year dari klub. Jika West Ham tetap Premier League musim depan, pelatih pun sudah cocok, maka tak ada alasan Tevez pergi dari Upton Park. Apalagi manajemen dan fans bahagia dengan keberadaannya. Bukan begitu, Carlos? (mel/a2s)











































