'Bukan Special One, Cuma Pelatih Elit'
Kamis, 31 Mei 2007 16:45 WIB
Accra - Atas banyak sukses yang diraih, Jose Mourinho menyebut dirinya special one. Tapi kini ia enggan memakai julukan itu lagi, soalnya Mourinho cuma merasa dirinya elit."Tolong jangan sebut saya arogan, tapi saya adalah juara Eropa dan saya pikir saya adalah special one." Komentar tersebut sontak "mengguncang" Inggris tiga tahun lalu. Datang ke Chelsea usai mengantar FC Porto menjadi juara Liga Champions, Mourinho memulai karirnya di negeri Ratu Elisabeth dengan sebuah kalimat yang mungkin akan dikenang bahkan hingga ia tak melatih lagi.Melihat apa yang ia ukir bersama Porto dan berlajut kisah sukses dengan The Blues, tak ada yang bisa protes dengan pernyataan pelatih asal Portugal itu. Tapi kini justru ia sendiri yang menanggalkan atribut yang juga disematkan sendiri olehnya."Saya tak lagi menjadi special one. Saya tak berpikir kalau saya adalah pelatih terbaik digenerasi ini. Tapi saya berada di sebuah grup elit para pelatih muda yang meraih sukses dan memberi pengaruh besar," ungkap Mourinho seperti diberitakan TheSun, Kamis (31/5/2007).Siapa sajakah yang masuk "grup elit" versi Mourinho itu. Koleganya Sir Alex Ferguson? atau musuhnya di Arsenal, Arsene Wenger? "Grup elit itu adalah Rafa Benitez, Frank Rijkaard dan Carlo Ancelotti. Dan kami saling berbagi tropi terbaik di Eropa. Ada beberapa yang lain yang enggan saya sebut dan saya tak berpikir kalau saya adalah yang terbaik. Tapi saya ingin bertahan di grup itu. Saya ingin berada di antara yang di atas," sambung pelatih bernama lengkap Jose Mario dos Santos Mourinho Felix itu di sela-sela kunjungannya ke Ghana.Apa yang diraih Mourinho bersama Porto dan Chelsea memang terhitung fenomenal. Dalam lima musim (sejak pertama menukangi Porto tahun 2002) sudah 12 tropi juara diraih pelatih 44 tahun itu, enam untuk Dragons dan enam untuk The Blues. (din/key)











































