Wenger Tak Mau Ikuti Tren
Selasa, 24 Jul 2007 19:00 WIB
London - Arus uang jual-beli pemain di Liga Inggris musim ini mencapai jumlah yang sangat besar. Sebuah tren yang tak cuma dimiliki tim papan atas, tapi justru tak diikuti Arsenal. Manchester United menjadi yang paling royal membelanjakan uangnya dengan jumlah sekitar 48 juta poundsterling, sementara Liverpool tak mau kalah dengan menggelontorkan dana 30 juta poundsterling. Bandingkan dengan The Gunners yang total cuma menghabiskan 13,5 juta poundsterling.Tak mengherankan kalau banyak yang mempertanyakan kebijakan tersebut. Padahal Arsenal baru ditinggal mesin gol, ikon sekaligus kaptennya, Thierry Henry. Beberapa hari lalu gantian Fredrik Ljungberg yang angkat kaki."Tak bisa dipercaya melihat jumlah uang yang dikeluarkan. Saya sangat terkejut tapi kemudian menyadari kalau memang banyak sekali uang di luar sana, juga di depan saya. Namun saya cuma ingin mengembangkan pemain yang sudah ada," ungkap Wenger di Skysport, Selasa (24/7/2007).Belanja besar-besaran bukan hanya milik klub papan atas Premiership. Beberapa klub papan tengah seperti Tottenham Hotspur dan bahkan West Ham United seakan tak mau ketinggalan meramaikan bursa transfer.Tapi orang Prancis itu punya filosofi sendiri soal kebutuhan belanja dan hubungannya dengan kekuatan tim serta prestasi di akhir kompetisi."Tantangannya sama saja. Mereka hanya bisa memainkan 11 pemain di setiap pertandingan. Dan itu bukan alasan tepat bagi Anda untuk membelanjakan 50 juta poundsterling lalu menjadikannya sebuah tim yang hebat," lanjut Wenger.Tak bisa dipungkiri kalau kekutan Arsenal sudah berkurang jauh dibanding saat mereka merengkuh gelar juara Liga Inggris terakhirnya musim 2003-2004 lalu. Dari 11 kekuatan utama Arsenal musim itu, kini hanya tinggal Jens Lehmann, Kolo Toure dan Gilberto Silva yang tersisa.Kepergian pemain senior mungkin bisa digantikan Wenger dengan darah muda yang kelasnya tak kalah jauh. Tapi The Proffesor harusnya tidak melupakan efek yang biasa ditimbulkan pemain senior itu di ruang ganti yang fungsinya tak mungkin diperankan para young guns. (din/a2s)










































