Nonton Bareng se-RT Jadi Solusi

Premiership di Astro

Nonton Bareng se-RT Jadi Solusi

- Sepakbola
Senin, 06 Agu 2007 21:38 WIB
Jakarta - Jika tidak mampu berlangganan tv berbayar, bukan berarti tak bisa menyaksikan Liga Inggris 2007/2008. Saweran se-RT bisa jadi solusi.Untuk kalangan ekonomi menengah ke atas, tentu saja berlangganan tv berbayar bukan malasah. Namun yang memiliki lingkungan kondusif, atau malah mungkin demi mewujudkan lingkungan kondusif, nonton dan bayar bareng satu RT bisa dilakukan.Beberapa saran dan harapan lainnya juga disampaikan pembaca detiksport, lewat surat elekrtronik redaksi, Senin (6/8/2007).Nyoman YudikKenapa harus kecewa EPL pidah ke astro, toh ada yang nyiarin kan? Dengan kualitas gambar Astro yang yahud, dijamin puas deh... Sudah saatnya kita harus sadar bahwa siaran sepakbola amatlah mahal. Kasihan pihak TV harus merugi untuk menyiarkan acara sepak bola.Memang rakyat indonesia selama ini dimanjakan dengan siaran bola gratis tapi apa salahnya...jika: Satu RT langganan 1 Astro, terus TV ditempatkan di Balai RT. Cuman 200 ribu, urunan lagi tiap minggu bakal rame deh, apalagi yang main MU atau Chelsea, Liverpool dan Arsenal ga kalah seru. Sekaligus menjaga kebersamaan RT tentunya, bisa mengenal satu sama lain..melalui sepakbola.Bagaimana kawan, kita harus kreatif dalam menghadapi masalah ini jangan hanya ribut-ribut tanpa penyelesaian.Ant SugiartoRasanya spt separuh nyawa saya lenyap. Tanpa ada siaran langsung Liga Inggris, hidup seperti tidak bergairah. Dalam bahasa Jawa, tidak ada yang dingen-ngen. Tapi kalau memang harus begitu, Astro harus mengupayakan jualan sistem eceran.Pelanggan dimungkinkan untuk membeli parta-partai yang diminati saja. Juga tidak harus melanggan program Astro lainnya, itu baru fair. Soalnya, meski saya mampu berlangganan Astro, saya tidak ingin anak saya rusak hanya karena nonton teve melulu. Kalau liga inggris, kan hanya tiap akhir pekan ! Tolong, yang bijak, Astro!Endy A BudyantoSaya pecinta EPL sejak masih disiarkan SCTV dulu sampai musim lalu di TV 7 (Trans 7). Memang ada saluran TV kabel (pay TV) di rumah, tapi itu cuma sekedar buat 'ngintip' kalau ada pertandingan yang disiarkan pararel (barengan). Biasanya khan ESPN sama Star Sport, menyiarkannya semua.Kalau sekarang katanya beli hak siar EPL sudah mahal sekali, jadi TV swasta nasional tidak ada yang minat buat beli. Ini murni bisnis, cuma mengganggu hajat hidup orang banyak.Usul aja, Astro yang beli hak siar, trus dijual ketengan (pay per view) aja ke TV-TV lokal, jadi tetep orang2 masih bisa nonton EPL tanpa harus langganan Astro. Ini usul aja...moga2 diterima, secara bisnis kan Astro tidak rugi.Ari PriyantoSungguh sangat disayangkan kalau hak Siar Liga Inggris dimiliki Astro. Bukan berarti rakyat Indonesia selalu mengharapkan yang "gratisan", namun dari sekian banyak TV swasta nasional yang ada di Indonesia, apakah tidak ada yang mampu membeli hak siar Liga Inggris, ini sungguh sangat Ironis.....Liga yang sangat membumi di tanah Indonesia ini tahun ini tidak dapat disiarkan secara bebas di Indonesia bukan masalah uang tapi kebebasan dalam menyaksikannya pun jadi terhambat. Contoh, ketika kita tidak bisa menyaksikan siaran tersebut di rumah sendiri karena harus bertamu, maka kita tidak dapat sacara pasti menyaksikan di rumah orang lain karena tidak setiap rumah mampu membayar TV berlangganan.....Itu cuma contoh kecil saja masih banyak lagi contoh lainnya. Yang jelas saya sangat menyayangkan dengan hal ini. Tapi masalah bangsa Indonesia ini masih banyak yang harus diperhatikan dari pada sekedar membahas tentang rebutan hak siar & keasikan menonton sepakbola. (lom/lom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads