La Liga dan Seri A Jadi Pelipur
Rabu, 05 Sep 2007 06:25 WIB
Jakarta - Premiership boleh menjadi yang paling atraktif dan punya daya pikat dibanding liga lain. Tapi tegangnya La Liga Primera dan drama Seri A adalah kisah lain yang terlalu menarik untuk dilewatkan.Sulit rasanya memungkiri kalau Liga Inggris adalah kompetisi liga domestik paling menarik. Mengandalkan permainan cepat dan atraktif, dihiasi bintang-bintang dari penjuru dunia plus jam tayang di Indonesia yang muncul di prime time membuat Liga Primer mampu mengikat hati gila bola tanah air.Faktanya, di Asia, Premiership memang jadi pilihan nomor satu dibanding kompetisi domestik lainnya. Claire Kenny Tipton, Direktur Pemasaran, Media dan Komunikasi AFC beberapa waktu lalu menyebut kalau 61% dari seluruh pendapatan sepakbola di Asia mengalir ke Liga Inggris. Penjualan merchandise klub-klub negeri Pangeran Charles itu juga berada di posisi teratas.Namun saat akses untuk mendapatkan tontonan Manchester United dkk-nya berlaga kemudian menjadi terbatas (harus membayar), gibol tanah air semestinya tak perlu meratap berlama-lama. Liga Italia lewat Seri A-nya yang di tahun 1990-an sempat berjaya adalah tontonan yang punya magnet tak kalah besar. Apalagi musim ini Seri A memasuki sebuah era baru pasca terbongkarnya skandal Calciopoli, kompetisi pun makin sengit dengan kembalinya Juventus dari masa pembuangan dan AC Milan yang tak lagi harus memulai kompetisi dengan potongan nilai.Hal serupa tersaji di Liga Spanyol. Ingat kalau La Liga Primera adalah kompetisi tersengit di benua biru musim lalu? Saking sengitnya penentuan juara pun baru diketahui di pekan terakhir, lewat drama penuh ketegangan antara Barcelona dan Real Madrid.Dua negara tersebut dalam dua musim terakhir malah mampu menjadi penguasa Eropa. Di Liga Champions, AC Milan dan Barcelona gantian menjadi kampiun, sementara Sevilla memborong dua gelar Piala UEFA."Liga Inggris dibeli oleh Astro ya silahkan saja. Toh masih ada Liga Indonesia, Liga Italia, Liga Champions atau lainnya. Selama ada yang gratis, ngapain nonton yang bayar?" ungkap fans bernama Andina Sridewi dalam emailnya pada detiksport beberapa waktu lalu. (din/ian)











































