(a2s/din)
Torres Soal No. 9, Kapten, Sampai Orangtua
- detikSepakbola
Liverpool - Sebagai bintang baru Liverpool tentu ekspos tentang Fernando Torres masih dilakukan. Ada cerita apa striker Spanyol itu tentang nomor sembilan, ban kapten, sampai orangtua?Tentang yang pertama, Torres mengaku mendesak pelatih Rafe Benitez untuk memberinya kostum bernomor 'khas' penyerang hebat itu, setelah ia didaratkan ke Anfield dari Atletico Madrid seharga 39 juta euro.Pria berusia 23 tahun itu tidak merasa takut pada beban memakai no. 9, yang pernah disandang pemain-pemain legendaris The Reds seperti Ian Rush dan Robbie Fowler. "Saya minta baju nomor 9. Karena Fowler tidak dipertahankan, saya tahu nomor itu akan lowong. Rafa bertanya apakah saya tahu betapa pentingnya nomor it di Liverpool. Saya jawab 'ya', dan dia memberikannya," ungkap Torres.Tentang jabatan kapten, 'si muka bayi' berjulukan El Nino alias 'anak-anak' itu merasa memperoleh perspektif baru. Di Atletico ia sudah menjadi kapten sejak musim lalu, tapi ia mendapat pelajaran baru tentang kepemimpinan. "Di Liverpool para kapten berusia jauh lebih tua dibanding saya, dan itu bagus. Di Atletico saya sudah jadi kapten saat masih sangat muda, dan saya tidak tahu banyak," tukasnya kepada The Sun."Sekarang saya melihat apa yang dilakukan kapten dan mencoba belajar. Mereka tahu cara memperoleh respek dari pemain-pemain lain. Mereka punya kepribadian yang hebat. Sepanjang hidup saya, Steven Gerrard adalah pemain terbaik yang pernah berlatih bersama saya."Torres juga menceritakan sedikit masa lalunya, sewaktu masih jadi bocah yang tinggal di daerah Fuenlabrada, pinggiran Madrid sebelah selatan. Ia menyebutkan peran orangtuanya yang begitu besar dalam mendukung dirinya menjadi pemain bola. "Pengorbanan mereka betul-betul luar biasa," ujarnya. "Saya ingat, bapak harus meninggalkan pekerjaannya di sore hari untuk membawaku berlatih di Orcasitas, lalu kembali bekerja dengan kereta api ke Fuenlabrada, berkilo-kilo meter jauhnya.""Di saat yang sama, ibu saya membawaku naik bus dan kereta, baik saat hujan maupun terik. Lalu ia bertahan menontonku selama beberapa jam. Mereka sungguh orang-orang yang istimewa."
(a2s/din)
(a2s/din)










































