Postecoglou Cibir Tottenham, Sebut Bukan Klub Besar

Postecoglou Cibir Tottenham, Sebut Bukan Klub Besar

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 13 Feb 2026 04:00 WIB
Tottenham Hotspur memecat Thomas Frank dari posisi manajer setelah hasil mengecewakan. Mantan manajer Ange Postecoglou ikut bicara soal Spurs, menyebut mereka tak punya karakteristik klub besar.
Foto: Catherine Ivill - AMA/Getty Images
Jakarta -

Tottenham Hotspur dicibir eks manajernya sendiri, Ange Postecoglou. Ia menyebut Spurs berlagak seperti klub besar tapi kenyataannya bertolak belakang.

Tottenham baru saja memecat manajer lagi. Klub London utara itu mencopot Thomas Frank pada Rabu (11/2/2026 kemarin menyusul hasil-hasil mengecewakan tim khususnya di Premier League.

Di ajang tersebut, Tottenham tanpa kemenangan dalam delapan pertandingan terakhirnya. Rangkaian hasil itu menempatkan mereka di posisi 16, hanya lima poin dari zona degradasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Frank baru ditunjuk musim panas tahun lalu menggantikan Ange Postecoglou. Tapi nasibnya serupa dengan 11 manajer lainnya (termasuk interim) dalam 18 tahun terakhir: tak bertahan lama.

ADVERTISEMENT

Postecoglou menyebut sebenarnya salah satu problem utama Spurs adalah keterbatasan kemampuan dalam memperkuat tim. Di eranya, ia sempat menginginkan nama-nama seperti Pedro Neto, Bryan Mbeumo, Antoine Semenyo, dan Marc Guehi pada 2024.

Tak satupun berhasil didapatkan. Postecoglou pun menarik kesimpulan bahwa Spurs berada di level berbeda dari klub-klub top Inggris.

"Kalau Anda melihat ke belanja mereka dan secara khusus struktur gajinya, mereka itu bukan klub besar," ujarnya dalam siniar The Overlap.

"Saya melihat itu karena, ketika kami mencoba merekrut pemain, kami tidak berada di bursa untuk pemain-pemain (yang saya inginkan) itu," imbuh pria Australia itu.

Postecoglou sendiri dipecat setelah Spurs finis peringkat 17 pada musim 2024/2025 lalu. Sebuah hasil yang harus diakui buruk, tapi pada saat yang sama ia membawa klub memenangi gelar Liga Europa.

Itu titel pertama mereka dalam 17 tahun. Postecoglou pada saat itu memang menunjukkan kecenderungan untuk mengejar trofi Liga Europa dan mengorbankan Liga Inggris.

"Menurut saya, mereka tidak menyadarinya. Bahwa untuk benar-benar menang, Anda mesti mengambil risiko," sahutnya.

"Saya merasa Tottenham sebagai sebuah klub bilang 'Kami adalah salah satu klub besar di sini', dan realitanya adalah, saya rasa mereka tidak begitu."




(raw/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads