Segininya Ange Postecoglou Semprot Tottenham

Segininya Ange Postecoglou Semprot Tottenham

Afif Farhan - Sepakbola
Jumat, 13 Feb 2026 14:00 WIB
Segininya Ange Postecoglou Semprot Tottenham
Foto: Getty Images/Justin Setterfield
Jakarta -

Ange Postecoglou semprot eks klubnya, Tottenham Hotspur. Ange sebut, Tottenham bukan klub besar slogan 'To Dare Is To Do' cuma jadi pepesan kosong.

Dalam podcast The Overlap bersama legenda-legenda Premier League yakni Gary Neville, Jamie Carragher, Roy Keane, dan Ian Wright, Ange Postecoglou jadi bintang tamu. Kebetulan juga, momennya Thomas Frank yang merupakan manajer Tottenham Hotspur baru kena pecat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ange Postecoglou pernah melatih Tottenham Hotspur pada 2023-2025 Ange tuntaskan puasa gelar 17 tahun, bawa Spurs menangi titel Liga Europa di musim 2024/25.

Apa daya, Ange tetap kena pecat. Maka pria asal Australia itu kini bisa blak-blakan bongkar bobroknya Tottenham!

ADVERTISEMENT

Ange Postecoglou membuka dengan memuji Tottenham Hotspur. Klub London itu membangun fasilitas dan stadion dengan standar tinggi, tapi skuadnya malah begitu-begitu saja!

"Mereka telah membangun stadion yang luar biasa, fasilitas latihan yang luar biasa, tetapi jika Anda melihat pengeluaran mereka, terutama struktur gaji mereka, mereka bukanlah klub besar," bukanya.

"Bagaimana Anda bisa naik dari posisi kelima untuk benar-benar bersaing? Nah, kami harus merekrut pemain yang siap bermain di Premier League. Kami akhirnya merekrut Dominic Solanke, yang sangat saya sukai, dan tiga pemain remaja,"

"Saya mengincar Pedro Neto dan Bryan Mbeumo, Antoine Semenyo, dan Marc Guehi. Jika mau naik ke papan atas, itulah yang dilakukan klub-klub dengan membeli pemain berpengalaman. Tapi kami cuma beli tiga pemain remaja, walau mereka punya potensi, tapi mereka belum bisa bersaing sekarang," paparnya.

Ange Postecoglou menilai para petinggi Tottenham Hotspur tidak punya mentalitas kemenangan. Slogan klub, 'To Dare Is To Do' dirasa jadi pepesan kosong.

"Di mana-mana ada moto 'To Dare Is To Do'. Namun tindakan klub hampir merupakan antitesis dari itu," ketusnya.

"Saya pikir mereka tidak menyadari, untuk benar-benar menang Anda harus mengambil beberapa risiko di beberapa titik. Kalau Tottenham menganggap diri mereka klub besar, saya rasa tidak," tutup pria berusia 60 tahun itu.

(aff/pur)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads