Pelukan Massal Buat Jol
Selasa, 02 Okt 2007 10:00 WIB
London - Para pemain Tottenham Hotspur menghambur menuju Martin Jol untuk merayakan gol kebangkitan mereka dari kekalahan. Meski seperti dukungan, tapi seri adalah tidak menang.Tertinggal 1-4 saat menjamu Aston Villa, Selasa (2/10/2007) dinihari WIB, Pascal Chimbonda, Robbie Keane, dan Younes Kaboul berturut-turut menjadi pahlawan Lily Whites berkat gol-gol balasannya.Kaboul adalah pahlawan terakhir. Di masa injury time ia memastikan tuan rumah tidak kalah. Begitu bola masuk gawang, ia membuka kaosnya, berlari kencang ke arah bench. Pemain-pemain lain mengikuti. Maka terjadilah selebrasi di areal cadangan Spurs dengan Jol sebagai "sasaran" pelukan massal tersebut. Sang manajer seperti disalurkan energi tambahan dari anak-anak buahnya di saat posisinya mungkin kian goyah."Anda harus melihat di akhir pertandingan, ketika kami mencetak gol. Dia dapat dukungan dari semua orang. Dia telah menunjukkan bahwa dia adalah manajer yang bagus dalam dua musim terakhir ini," ungkap Keane, sang kapten.Akan tetapi, meskipun Spurs secara dramatis dan heroik luput dari kekalahan, tapi seri tetaplah bukan sebuah kemenangan, sementara Jol lebih memerlukan kemenangan agar bisa bertahan di White Hart Lane.Ketua klub Daniel Levy juga melonjak kegirangan dari tempat duduknya di stadion, tampak amat lega, ketika Kaboul mencetak gol penyama nan dramatis itu. Namun boleh jadi ia akan tetap memperhitungkan kembali keberadaan Jol.Manajer asal Belanda itu pun terkesan lebih pasrah, seperti ia mengaku sempat pasrah dan menyangka pertandingan akan berakhir di skor 4-1 buat Villa. Tapi ia selalu memandang positif, termasuk bahwa timnya baru saja bangkit dari "kubur"."Itu bukan soal saya. Tapia mat menyenangkan berselebrasi dengan mereka," tukas Jol dilansir AFP, tentang dirinya yang dikerumuni para pemain pasca gol Kaboul tersebut.Tentang posisinya yang masih terancam, di hari jadi Spurs ke-125, ia mengatakan, "Saya tidak tau. Ini tidak tergantung pada saya. Saya tidak tahu apakah dalam posisi yang berbeda jika tadi kami kalah. Tapi saya tak pernah melempar handuk." (a2s/key)











































