Rasmus Hojlund kembali ditanya soal kepindahannya ke Napoli. Penyerang asal Denmark itu masih 'menyindir' Manchester United dan Ruben Amorim.
Hojlund tersisih dari skuad MU musim ini, saat masih dilatih Ruben Amorim. Ia digantikan Benjamin Sesko, kemudian dipinjamkan ke Napoli.
Bersama Napoli, Hojlund bisa kembali menanjak penampilannya. Eks Atalanta itu bisa mencetak 14 gol dari 37 laga musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya soal keputusannya pindah ke Napoli, Hojlund memberi pernyataan halus nan menyindir. Ia mengaku merasa dibutuhkan klub.
"Saya mendapatkan apa yang saya inginkan dari transfer ini," kata Rasmus Hojlund, dalam wawancara dengan TV2.
"Saya bergabung dengan tim yang sangat percaya pada saya. Sebuah klub yang sangat percaya pada saya. Seorang direktur olahraga, presiden, dan pelatih yang menginginkan saya," kata penyerang berusia 23 tahun itu.
Rasmus Hojlund menegaskan, keputusannya pindah ke Napoli juga didasari karena melihat situasinya di Manchester United. Ia tak mau terjebak di Manchester.
"Saya merasa terjebak di Manchester pada akhirnya. Saya tahu tidak akan banyak kesempatan bermain bagi saya jika situasinya terus seperti ini," kata Hojlund.
"Saya senang bermain sepakbola di Manchester. Saya tahu, terutama di Denmark, citra media yang terbentuk seolah-olah semuanya hanya omong kosong dan mengerikan, dan bahwa saya bermain seperti orang gila, tapi itu bukan cara saya memandangnya," ungkapnya.
"Sulit untuk tidak membuka ponsel. Dan jika membuka ponsel, pasti Anda akan melihat apa yang ditulis tentang Anda dengan cara tertentu. Sekarang ini bisa di mana saja, tapi seringkali karena ditandai di Instagram atau Facebook. Jadi, menurut saya bohong jika mengklaim bahwa tidak membacanya," ungkapnya.
Terkait itu, Rasmus Hojlund menegaskan bagaimana ia menyikapi rumor soal dirinya saat ini, termasuk dinilai sudah lebih baik di Napoli. Ia menegaskan hal itu malah menguatkan mentalnya.
"Media memiliki begitu banyak hal untuk dikatakan di dunia sepakbola hari ini, dan sulit untuk tidak terpengaruh. Namun, ada banyak hal di balik itu, dan itulah mengapa saya kembali menekankan pentingnya tidak terlalu melambung tinggi dan, sebaliknya, tidak terlalu merasa rendah," ungkapnya.
"Sekarang seolah-olah saya sudah kembali dan tampil sangat baik. Namun, di dalam diri saya, pikiran saya justru sangat berbeda. Saya kritis terhadap diri sendiri. Saya masih ingin menjadi lebih baik lagi, lebih terlibat dalam pertandingan, mencetak lebih banyak gol, tapi menyenangkan melihat bagaimana citra saya terus berubah."
"Jelas ada perbedaan antara Napoli dan Manchester United, terutama di Denmark. Tapi saya harus menerima headline-headline itu. Mereka akan selalu ada karena ada yang ingin menggunakan saya sebagai daya tarik," katanya.
(yna/nds)










































