Salahnya Liverpool Gak Cuma Satu

Salahnya Liverpool Gak Cuma Satu

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Minggu, 05 Apr 2026 05:00 WIB
Soccer Football - FA Cup - Quarter Final - Manchester City v Liverpool - Etihad Stadium, Manchester, Britain - April 4, 2026 Liverpools Virgil van Dijk concedes a penalty against Manchester Citys Nico OReilly Action Images via Reuters/Jason Cairnd
Foto: Action Images via Reuters/Jason Cairnduff
Jakarta -

Mendominasi di awal, Liverpool tak bisa memaksimalkan momentum dan malah dihantam oleh Manchester City. Si Merah terlalu ceroboh di tempat yang tidak mudah.

Liverpool sempat menguasai pertandingan di awal, kala bertandang ke Etihad Stadium, Sabtu (4/4/2026) malam WIB. Tapi momentum itu runtuh seketika saat Virgil van Dijk melanggar Erling Haaland dan berbuah penalti.

Haaland membawa Man City unggul pada menit ke-39 dan dari sana Liverpool jeblok. Penyerang asal Norwegia itu mencetak dua gol lain dan Antoine Semenyo ikut menegaskan keunggulan Man City.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Liverpool patut menyesali kegagalan memanfaatkan kesempatan di awal, salah satunya ketika Mohamed Salah lolos. Tapi penyerang internasional Mesir itu gagal menyelesaikan peluang, saat tinggal menghadapi kiper akibat terlalu lama menguasai bola.

ADVERTISEMENT

Hal itu ditambah kecerobohan-kecerobohan lini belakang. Selain penalti dari Van Dijk, Ibrahima Konate keteteran melawan Haaland termasuk saat gagal mengantisipasi pergerakannya di gol kedua.

Gelandang Liverpool Dominik Szoboszlai mencoba menilai dengan cepat apa yang terjadi pada timnya dan mengakui ada banyak kesalahan.

"Saya tak tahu juga. Saat Anda melakukan sesuatu dan tidak ada hasilnya, itu tidak masuk akal. Kami punya kesempatan dan melewatkannya, kami memberikan penalti yang sepele. Kami kalah 4-0. Kami tak boleh kebobolan sebanyak itu. Tidak ada yang bisa dikatakan lagi," ujarnya kepada TNT Sports, dikutip BBC.

"Menang di sini itu susah. Setelah tertinggal 1-0, masih ada keyakinan. Saat ketinggalan 2-0, itu salah kami sendiri untuk masuk ke ruang ganti tapi kebobolan gol lain dulu di menit terakhir. Pada kedudukan 2-0, kansnya semakin mengecil."

"Anda masuk lapangan dan ingin menunjukkan bahwa kami bisa bangkit, lalu kebobolan gol ketiga. Kemudian dari sana tidak ada kesempatan untuk bangkit."




(raw/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads