Para Pemain Liverpool Dituding Terlalu Malas

Para Pemain Liverpool Dituding Terlalu Malas

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 10 Apr 2026 20:00 WIB
Soccer Football - UEFA Champions League - Quarter Final - First Leg - Paris St Germain v Liverpool - Parc des Princes, Paris, France - April 8, 2026 Liverpools Hugo Ekitike looks dejected after Paris St Germains Khvicha Kvaratskhelia scores their s
Foto: REUTERS/Christian Hartmann
Jakarta -

Liverpool melempem musim ini usai menjuarai Liga Inggris. Manajer Arne Slot dinilai bersalah, tapi para pemain juga harus bertanggung jawab.

Liverpool kehilangan daya saing musim ini dan kehilangan kans juara satu persatu. Di Liga Inggris, meski mengawali musim sebagai salah satu unggulan, Si Merah malah kesulitan dan harus berjuang mengamankan tike Liga Champions.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Virgil van Dijk dkk sudah tersingkir di 16 besar Carabao Cup dan perempatfinal Piala FA. Kans masih sedikit terbuka di Liga Champions, meski harus mengejar defisit dua gol dari Paris Saint-Germain demi ke semifinal.

Pada Maret lalu, Sky Sports mengungkap sebuah catatan bahwa Liverpool kalah gigih dari 17 tim lain di Premier League. Mereka juga kurang banyak berlari dibandingkan lawan dalam 26 laga dari 30 laga yang dilalui.

ADVERTISEMENT

Perubahan pendekatan permainan dari era Juergen Klopp ke Arne Slot memang memengaruhi. Tapi bagi pemain legendaris Liverpool Graeme Souness ini juga jadi indikasi sebuah kemalasan.

"Saya tak langsung melihat ke Arne Slot. Saya tak bilang dia tidak bersalah ya, ketika Anda manajernya, Anda bertanggung jawab atas semua hal yang salah, tapi saya akan memulai dengan para pemain," ujar Souness soal payahnya Liverpool musim ini.

"Ada statistik yang beredar, yang menunjukkan mereka secara konsisten lebih sedikit berlari ketimbang lawan. Itu titik mulanya. Anda tak bekerja sekeras itu."

"Saat Anda bekerja keras kala menguasai bola, semuanya terasa natural: Anda bergerak menerima umpan, menciptakan sudut operan, memanipulasinya. Ketika tidak menguasai bola, justru kerja keras sungguh berarti. Saya rasa pressing-nya tidak cukup bagus sejauh ini dan itulah yang bikin lini pertahanan rapuh," imbuhnya dikutip Liverpool Echo.



(raw/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads