De Zerbi: Pemain Tottenham Takut Degradasi

De Zerbi: Pemain Tottenham Takut Degradasi

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Senin, 13 Apr 2026 19:45 WIB
Soccer Football - Premier League - Sunderland v Tottenham Hotspur - Stadium of Light, Sunderland, Britain - April 12, 2026 Tottenham Hotspurs Destiny Udogie and Randal Kolo Muani look dejected after Sunderlands Nordi Mukiele scores their first goal
Foto: REUTERS/Scott Heppell
Jakarta -

Tottenham Hotspur terbenam ke zona degradasi usai kalah dari Sunderland. Manajer Tottenham Roberto De Zerbi mengakui ancaman degradasi mempengaruhi mental para pemainnya.

Tottenham kalah 0-1 dari Sunderland dalam pertandingan di Stadium of Light, Minggu (12/4/2026) malam WIB. Itu jadi kekalahan yang ke-16 untuk Tottenham di Premier League musim ini.

Akibatnya, klub London Utara itu mengakhiri pekan ke-32 Premier League dengan menempati peringkat ke-18 klasemen Liga Inggris setelah hanya mengumpulkan 30 poin. Mereka berjarak dua poin dari zona aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tottenham terakhir kali terdegradasi pada 1977. Musim ini, The Lilywhites sudah melewati 105 hari tanpa kemenangan di Premier League.

ADVERTISEMENT

De Zerbi mengakui para pemain Tottenham dibayangi ketakutan degradasi. Oleh karena itu, De Zerbi akan berupaya mendongkrak mental para pemainnya.

"Sepertinya demikian," ucap De Zerbi saat ditanya apakah ancaman degradasi jadi penyebab buruknya performa Tottenham, seperti dilansir ESPN.

"Mereka punya kualitas untuk menang di satu pertandingan dan targetnya sekarang, target terdekat adalah menang satu pertandingan karena kalau kami menang satu pertandingan, kami bisa melihat segalanya dengan cara berbeda."

"Anda tahu saya sebagai pelatih tapi satu bagian yang paling penting untuk gaya melatih saya adalah mental, mentransfer kepercayaan diri ke para pemain, memberi yang mereka butuhkan dalam hal mentalitas dan kepercayaan diri."

"Untuk itu, kami bisa main lebih baik karena sepanjang pekan mereka main lebih baik karena pikiran mereka jernih. Selama pertandingan, tentu saja berbeda. Tugas saya membantu mereka, menunjukkan mereka apa yang mereka lakukan dalam seminggu saat pertandingan," katanya.

(nds/cas)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads