Paket 3 in 1 dalam Juande Ramos
Jumat, 26 Okt 2007 10:09 WIB
Jakarta - Kenapa Tottenham Hotspur sampai "nangis-nangis" mengejar Juande Ramos, mungkin ini jawabannya: ia adalah gabungan tiga manajer top di Liga Inggris.Dalam ilustrasi situs The Sun, dalam diri Ramos terkandung unsur Arsene Wenger, Alex Ferguson, dan Jose Mourinho. Tak heran jika Spurs bertahun-tahun mendambakan pria Spanyol itu bekerja di White Hart Lane -- dan akhirnya kesampaian setelah mereka punya alasan pantas untuk mendepak Martin Jol.Bagi banyak pemain, Ramos adalah seorang mentor, guru, menyukai hal-hal yang spektakuler, serta fanatik dengan sepakbola menyerang -- seperti halnya Wenger. Tapi ia tidak silau oleh nama besar. Performa selalu jadi tolak ukur dia dalam menentukan pemain pilihan. Jika pemain sekaliber Ruud van Nistelrooy atau David Beckham tidak memuaskan, Ramos takkan segan-segan meminggirkannya -- persis seperti Sir Alex. Tapi jika manajer pun harus piawai menjalankan peran sebagai pemimpin, seorang pembangkit kepercayaan diri, bahkan 'sekadar' teman, maka Ramos memiliki kapasitas untuk itu -- mirip dengan Mourinho. Bagaimana soal prestasi? Ia pernah membawa tim gurem Malaga ke urutan 10, ranking tertinggi dalam sejarah klub tersebut di La Liga. Setelah Ramos pergi, Malaga terdegradasi. Saat menukangi Rayo Vallecano, klub ini diberinya kesempatan main di Eropa di ajang Piala UEFA.Terminal lainnya adalah Real Betis, yang dibesutnya di musim 2001/2002. Klub ini bahkan nyaris masuk zona Liga Champions, walaupun akhirnya hanya mendapatkan jatah Piala UEFA.Kegagalan Ramos hanya terjadi di Espanyol ketika ia dipecat setelah menjalani delapan pertandingan gara-gara terlibat konflik interen dengan direksi klub soal kebijakan transfer.Puncak ketenaran Ramos tentu saja bersama Sevilla. Sejak masuk Ramon Sanchez Pizjuan pada musim panas 2005, selama dua musim berturut-turut ia mempersembahkan tropi Piala UEFA. Sevilla pun naik kasta, dan musim ini untuk pertama kalinya mengikuti Liga Champions.Seorang teman dekat Ramos mengatakan, "kata paling tepat untuk menggambarkan Juande adalah justice (keadilan). Ia adalah figur yang adil."Ramos punya cara yang simpatik untuk menjadi teman anak-anak buahnya, yang membuat dia memperoleh kepercayaan dari para pemain. Sebaliknya, dia peduli pada performa yang konsisten. Di Spurs, Jika seorang Dimitar Berbatov tidak in-form, Ramos takkan berpikir dua kali untuk mendidiknya di bangku cadangan. Tahun lalu, misalnya, Sevilla membeli Ernesto Chevanton seharga lima juta poundsterling, yang untuk Sevilla sangat mahal. Tapi Chevanton gagal meyakinkan Ramos dan akhirnya dipinggirkan -- seperti Andriy Shevchenko yang gagal meyakinkan Mourinho.Secara teknis permainan Ramos mengedepankan formasi 4-4-2 dengan dua penyerang. Perubahan ia lakukan sesekali terutama jika bermain tandang melawan tim-tim besar seperti Real Madrid atau Barcelona, di mana ia meracik skema 4-4-1-1. Karakter lain dari Ramos adalah dia tergolong kalem. Ia tidak menunjukkan kemarahan yang meluap-luap pada wasit, juga jarang mengeluh. Tidak seperti Mourinho, ia terkenal santun saat berhadapan dengan pers dan tidak pelit diwawancara. Singkat kata, sejauh ini Ramos bebas kontroversi. Seberapa besar keuntungan yang bisa didapat Tottenham Hotspur pada Ramos, waktu yang akan membuktikan. Liga Inggris tentu berbeda dengan Liga Spanyol. Tantangannya pun pasti berbeda. (a2s/key)











































