Leicester City terdegradasi ke League One, kasta ketiga kompetisi di Inggris. The Foxes jalani rollercoaster yang ekstrem, sunguh ekstrem.
10 Tahun lalu, Leicester City adalah kampiun Premier League. Leicester membalikkan prediksi, menjadi kejutan, dan menuliskan kisah dongeng.
Meski beberapa pemain kuncinya pergi, Leicester masih bisa bersaing. Di tahun 2021, mereka menangi titel Piala FA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Leicester City kini resmi degradasi ke Divisi League One, kasta ketiga di Inggris. Itu setelah mereka main imbang 2-2 kontra Hull City pada Rabu (22/4) dini hari WIB.
Leicester duduk di peringkat ke-23 dengan 42 poin dari 44 laga. Dengan sisa dua laga, mereka tak bisa tembus ke peringkat ke-21 (batas aman) yang sementara dihuni Blackburn dengan 49 poin.
"Saya tahu, para suporter serasa naik rollercoaster. Tapi saya tak menyangka, rollercoaster itu akan seekstrem ini," ujar manajer Leicester City, Gary Rowett kepada BBC.
"Kami semua kecewa. Setelah 10 tahun lalu menjadi juara, klub ini harus degradasi lagi," tambahnya.
Leicester City baru alami degradasi ke Divisi Champions pada musim 2024/25. Apes buat mereka, di tengah musim ini kena hukuman pemotongan enam poin karena melanggar aturan FFP di mana klub mengalami kerugian finansial yang signifikan, melebihi batas yang diperbolehkan dalam periode tiga tahun.
Leicester turut dihantam tragedi pada tahun 2018, ketika pemilik klub Vichai Srivaddhanaprabha tewas dalam kecelakaan helikopter. Anaknya yang jadi penerus, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, tapi kesulitan membangun tim.
Maka musim depan, jalan The Foxes bakal lebih berat untuk kembali ke panggung Premier League. Akankah mereka kembali secepatnya?
(aff/krs)










































