Di balik karier yang sukses sebagai manajer Manchester City, ada satu penyesalan Pep Guardiola. Itu terkait Joe Hart, kenapa?
Guardiola sudah menuntaskan pengabdiannya sebagai juru taktik Citizens. Laga kontra Aston Villa di Etihad Stadium, Minggu (24/5/2026) malam WIB besok, jadi yang terakhir untuk pria asal Spanyol itu.
Kepergian Guardiola tentu meninggalkan rasa sedih untuk para pemain dan fans City, mengingat dia membawa tim ke era keemasan. Guardiola memberikan 20 trofi selama 10 tahun di sana, termasuk treble di 2023 dan enam gelar Premier League.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak dipungkiri Guardiola adalah salah satu manajer terhebat sepanjang masa Premier League. Tapi, di balik itu, ada satu penyesalan yang masih belum hilang dari pikiran Guardiola.
Itu terkait Joe Hart, mantan kiper Manchester City yang terbuang begitu Guardiola datang pada 2016. Hart yang sejak 2007 jadi kiper utama City harus rela tersingkir karena tidak cocok dengan gaya bermain Guardiola.
Saat itu Guardiola lebih memilih Claudio Bravo sebelum merekrut Ederson setahun kemudian. Hart lantas dipinjamkan ke Torino musim itu dan West Ham semusim setelahnya, sebelum dilepas pada 2018.
Baca juga: Karena Pep Sudah Kehabisan Energi |
"Saya ingin mengakui sesuatu. Saya punya satu penyesalan besar. Ketika Anda membuat banyak keputusan, pasti ada saja yang salah," ujar Guardiola kepada Sky Sports.
"Ada satu penyesalan yang selalu saya pendam selama bertahun-tahun: saya tidak memberikan kesempatan Joe Hart untuk membuktikan diri, Anda tahu kan betapa bagusnya dia?"
"Dan saya harusnya melakukan itu. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Claudio Bravo, Ederson, yang mana kedatangannya begitu penting. Tapi saat itu saya harusnya bilang 'Oke Joe, ayo kita coba dulu dan jika tidak berhasil, ya sudahlah'. Tapi akhirnya terjadi susah. Terkadang saya memang tidak adil."
"Saya menyesali itu selama ini. Saat itu, saya begitu keras kepala ketika membuat keputusan, ketika yakin itu benar."
(mrp/raw)











































