Performa Drop, Ibrahima Konate Dihantui Duka Bertubi-tubi Musim Lalu

Performa Drop, Ibrahima Konate Dihantui Duka Bertubi-tubi Musim Lalu

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Kamis, 04 Jun 2026 21:30 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - MAY 24: Ibrahima Konate of Liverpool during the Premier League match between Liverpool and Brentford at Anfield on May 24, 2026 in Liverpool, England. (Photo by Jack Thomas/Getty Images)
Foto: Getty Images/Jack Thomas
Jakarta -

Ibrahima Konate tak berada di level terbaiknya musim lalu. Ia sulit fokus ke lapangan karena duka bertubi-tubi akibat kematian rekan setim dan ayahnya sendiri.

Performa Konate jadi sorotan bersama Liverpool sepanjang musim 2025/2026. Kesalahan individualnya meningkat, dari mulai penempatan posisi, pengambilan keputusan, dan hilangnya fokus.

Penurunan ini menjadi amat terasa karena musim sebelumnya, Konate amat solid bersama Virgil van Dijk di pusat pertahanan Liverpool. Walau begitu, ada sedikit pembelaan buat Konate karena secara umum Liverpool sebagai sebuah tim menurun drastis setelah juara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bek 27 tahun itu akan resmi meninggalkan Liverpool akhir Juni ini. Ia mengakui ada persoalan luar lapangan yang mengganggu konsentrasinya, salah satunya kematian Diogo Jota musim panas tahun lalu.

ADVERTISEMENT

"Bahkan masih sulit mempercayainya sekarang. Lokernya masih di sana di ruang ganti dan setiap hari saat saya pergi latihan, dia berjalan bareng kami," kata Konate dikutip Liverpool Echo.

"Saya ingat ketika saya mengetahui kabar itu, saya di Los Angeles dan tak bisa mempercayainya. Saya hancur saat itu. Saya tak tertarik hal lainnya. Dia orang terakhir yang akan dipilih siapapun untuk mengalaminya."

"Dia itu cuma ingin bahagia dan menikmati waktu bersama rekan-rekan dan keluarganya. Dia tidak tertarik dengan popularitas. Dia juga tetangga saya, jadi saya berbagi beberapa momen lebih banyak. Itu kejadian yang sangat luar biasa, yang menimpa kami."

"Kami kembali ke sepakbola hanya karena tidak punya pilihan. Kami ini karyawan di sebuah klub yang membayar kami setiap bulan, jadi kami punya tugas-tugas."

Belum beres berduka tentang Jota, Konate juga kehilangan sang ayah, Hamady, pada Januari lalu. Dukanya menumpuk dan tak sempat tersalurkan.

"Di awal musim, ayah saya dirawat di rumah sakit selama beberapa pekan. Dan sejujurnya, di situasi saya saat itu, saya tak tahu harus bagaimana. Saya tak tahu apakah harus pulang dan berhenti bermain, karena tim juga butuh saya," sambungnya.

"Saya tak tahu harus berbicara dengan siapa, jadi saya menyimpannya sendirian. Dan inilah saran yang akan saya berikan ke semua orang: kalau merasa terpuruk dan sesuatu terjadi, bicaralah dengan orang-orang di sekitarmu. Itu bisa membantu dan bermanfaat buat kalian. Sementara saya tak membicarakannya dan menyimpannya sendiri."



(raw/cas)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads