Eriksson Kontra Kuota

Eriksson Kontra Kuota

- Sepakbola
Kamis, 15 Nov 2007 23:14 WIB
Eriksson Kontra Kuota
Manchester - Rencana Presiden FIFA Sepp Blatter menerapkan kuota pemain asing di liga-liga utama Eropa masih mengundang pro-kontra. Sven Goran Eriksson menilai rencana itu sulit diterapkan.Di Inggris, sejumlah pihak yang mendukung rencana Blatter antara lain adalah manajer Manchester United Sir Alex Ferguson dan kapten Liverpool Steven Gerrard. Sedangkan pada kubu penentang ada manajer Arsenal Arsene Wenger dan kini juga Eriksson, manajer Manchester City.Kubu yang setuju berdalih bahwa pembatasan pemain asing akan membantu tim nasional Inggris. Sementara Eriksson, sebagai bagian dari mereka yang kontra, beralasan bahwa cara itu sulit diterapkan karena akan bertentangan dengan hukum Uni Eropa."Jika Anda menginginkan Eropa yang terbuka dalam hidup, dalam dunia bisnis, dengan orang-orang yang bebas bekerja di negara lain, maka sepakbola tidak bisa dikecualikan. Anda harus hidup dengan keadaan itu," ulas Eriksson di Goal."Apabila akan dicoba untuk membuat peraturan bahwa sebuah klub Premiership hanya boleh memiliki dua, tiga atau empat pesepakbola asing, maka apabila ada yang mengajukan kasus ini ke Pengadilan Eropa, maka mereka akan menang," imbuh lelaki asli Swedia itu lagi.Eriksson sendiri semenjak meracik City di awal musim ini sudah membeli delapan pemain baru. Tak satupun dari delapan pilihan The Swedish Gaffer yang berkebangsaan Inggris. Dari delapan orang itu, dua orang dari Brasil, dua dari Bulgaria, serta masing-masing satu yang berpaspor Spanyol, Kroasia, Italia dan Swiss.Selain itu, City juga sudah menjalin kerjasama dengan lima klub asing dengan tujuan untuk merekrut pemain-pemain muda dari seluruh dunia. Tiga dari lima klub yang dimaksud adalah Shanghai Shenhua (Cina), Thanda Royal Zulu (Afrika Selatan) dan FC Moscow (Rusia).The Citizen juga berencana membangun dua akademi sepakbola di Cina dan Thailand. Di Amerika utara dan selatan, akademi sejenis juga akan dibangun dalam jangka panjang. (arp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads