Allardyce datang ke St James' Park bahkan saat musim lalu belum berakhir. Pemain-pemain berkelas pun kemudian ia datangkan dengan menghabiskan jutaan poundsterling uang klub. Semuanya demi ambisi mengembalikan Newcastle sebagai salah satu klub utama di Inggris.
Namun rupanya rencana manajer yang akrab disapa 'Big Sam' itu belum cukup matang dan membawa hasil nyata. Di Premiership, The Toon Army masih terpuruk di peringkat 11 dengan 18 angka dari 14 laga. Selisih 18 poin dari sang pemimpin klasemen, Arsenal .
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya adalah manajer dan mereka pemain. Saya tahu apa yang baik untuk mereka dan saya tahu itu melebihi apa yang mereka tahu," tegas Allardyce seperti dilansir YahooSports.
Bisa jadi sangkalan Allardyce memang benar. Para pemain, diwakili oleh Shay Given dan Steve Harper, bahkan sampai merasa harus mengeluarkan sebuah pernyataan bersama yang pada intinya mendukung keberadaan lelaki berusia 53 tahun itu sebagai manajer Newcastle.
"Berita itu (mosi tidak percaya para pemain-red) benar-benar omong kosong. Sam mendapat dukungan penuh dari seluruh pemain Newcastle dan kami bekerjasama untuk memberi kesuksesan pada klub," bunyi pernyataan itu seperti diumumkan di situs klub.
Given dan Harper membantah bahwa para pemain berniat melakukan "kudeta" terhadap Big Sam. "Tidak ada 'player power'. Kami memiliki komite pemain yang terdiri atas kapten Geremi, James Milner, Mark Viduka, dan kami berdua. Itu adalah cara berkomunikasi yang konstruktif di klub ini," tegas dua pemain yang sama-sama berposisi sebagai kiper itu.Β (arp/key)











































