Demikian diungkapkan Jol dalam dalam otobiografinya 'Martin Jol, The Inside Story'. Pelatih asal Belanda yang dua kali mengantar Spurs finis di posisi lima Premier League, mengaku bangga akan prestasinya tersebut dan berkilah ia hanya tak diberi kesempatan untuk memperbaiki keadaan sebelum kemudian dipecat.
"Bilang saya arogan, namun klub tidak akan menemukan orang yang lebih baik dari saya. Tak seorang pun, bahkan Jose Mourinho, yang bisa lebih baik dari saya dalam keadaan seperti itu di Tottenham," tulisnya, seperti dikutip Soccernet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jol juga menyebut bahwa musim 2007/2008 merupakan musim yang sulit, apalagi Tottenham mengawali musim dengan dua kekalahan dan diikuti berbagai spekulasi mengenai dirinya akan diganti oleh beberapa manajer (termasuk Ramos). "Saya merasa kesepian, itu merupakan situasi yang sulit dan hampir mustahil. Para pemain tak pernah menyerah, kecuali mungkin di pertandingan terakhir," tukas meneer Belanda tersebut.
Boleh jadi Jol hanya merasa kesal akibat dipecat. Sebab di tangan Ramos, Spurs baru mengalami satu kali kekalahan (takluk 2-3 ditangan Birmingham, pekan lalu), meski mereka belum beranjak dari posisi 16 klasemen sementara Premier League.
Jol dipecat pada 25 Oktober lalu, setelah Spurs takluk atas Getafe di piala UEFA. Kekalahan demi kekalahan yang diderita LilyWhites yang tak sebanding dengan belanja besar-besaran di jendela transfer menjadi alasan petinggi klub untuk memberhentikannya. (din/din)











































