Kisah 'Syal' Rolando Bianchi

Kisah 'Syal' Rolando Bianchi

- Sepakbola
Selasa, 11 Des 2007 12:47 WIB
Kisah Syal Rolando Bianchi
Manchester - Pakaian ekstra pasti dikenakan orang jika musim dingin sudah datang, termasuk saat beraksi di lapangan hijau. Ada cerita soal 'syal' yang dipakai Rolando Bianchi.

Dalam pertandingan melawan Tottenham Hotspur akhir pekan lalu penyerang Manchester City itu mencetak gol untuk timnya -- tapi tetap kalah 1-2. Selain gol tersebut -- pertama yang dicetaknya sejak Agustus -- selilit kain yang melingkar di lehernya mencuri perhatian.

Ada yang menganggap yang dipakai Bianchi itu adalah scarf atau syal, yang mana hal itu mengundang pertanyaan, bolehkah benda tersebut dipergunakan seorang pemain bola.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut keterangan pihak Premier League yang dilansir The Sun, tidak ada peraturan yang menyebutkan apa-apa saja yang bisa dipakai pemain untuk melindungi tubuhnya dari cuaca dingin. Namun wasit diberi wewenang untuk menentukannya.

Kembali ke Bianchi, kalau bukan scarf, lalu apa? Menurut seorang juru bicara City itu adalah kerah sweater yang dipotong!

"Tak lazim memang. Tapi memotong kerah dari sweater dan memakainya sebagai penghangat leher sudah sangat biasa di kalangan pemain Italia," tukas sang jubir. "Lihat saja pertandingan Seri A di TV. Kalau cuaca lebih dingin, banyak yang terlihat memakai itu."

Konon pemain pertama yang pernah memakai penghangat leher adalah Keith Weller dari Leicester City di tahun 1979. Selain scarf ala Bianchi, atribut yang paling umum dipakai pemain di saat cuaca sangat dingin adalah sarung tangan.

Yang cukup unik adalah apa yang pernah dikenakan Gianluigi Buffon. Saat timnas Italia bertanding melawan Skotlandia di awal tahun ini ia bahkan memakai jaket di balik kostum kipernya.

Apapun, yang penting bisa hangat, bukan?

(a2s/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads