Liverpool masih belum meyakinkan di awal musim ini. Manajer Si Merah Andoni Iraola mengungkap satu pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan.
Liverpool memulai musim dengan tersendat-sendar. Dari lima pertandingan di semua ajang sejauh ini, baru dua kemenangan dipetik dan tiga lainnya berakhir imbang.
Laga terbaru lawan Fulham menunjukkan bahwa Liverpool punya problem dalam membangun serangan. Mereka dibuat buntu oleh lawan dan kesulitan menciptakan ancaman serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Liverpool Kecewa Imbang Lawan Fulham |
Iraola menyebut laga itu sebagai kemunduran untuk timnya, setelah penampilan yang lebih baik lawan Ipswich dan Atletico Madrid. Itu adalah dua laga yang berhasil mereka menangi.
Satu problem besar Liverpool adalah pressing yang belum tergarap dengan baik.
"Dibandingkan laga-laga sebelumnya, kami merebut bola jauh lebih dalam di lapangan. Satu-satunya peluang besar yang mengancam kami adalah ketika tendangan gawang kami kacau, setelah kami bertahan dengan baik," kata Iraola dikutip Sky Sports.
Baca juga: Liverpool Vs Fulham: The Reds Capek |
"Tapi kami memang merebut bola jauh lebih rendah dan ketika ini terjadi, Anda harus selalu menyerang lawan 11 pemain dan itu lebih menyulitkan."
"Di laga-laga sebelumnya, kami bisa merebut bola di posisi yang jauh lebih tinggi lalu melakukan transisi cepat, dan kami bisa menyerang saat pemain lawan lebih sedikit, menggunakan ruang dengan lebih baik, dan inilah kunci sistem kami."
"Kami perlu memulihkan bola setinggi mungkin di lapangan, sebab itu jauh lebih memudahkan penyerangan. Kami punya situasi-situasi satu lawan satu atau menghadapi lebih sedikit pemain ketimbang saat merebut bola di area sendiri."
(raw/ran)










































