Hubungan Tevez dengan Rooney memang tergolong unik. Dengan total 10 gol yang mereka sumbangkan buat MU dan saling pengertian yang luar biasa antara keduanya di atas lapangan, siapa yang mengira kalau keduanya sangat jarang berbicara.
Bukan karena bersitengang tentunya, bahasa menjadi masalah yang menghambat mereka berdua jauh lebih intim. Meski sudah memasuki tahun keduanya di Liga Primer, Tevez ternyata belum fasih berbahasa Inggris sementara Rooney juga tak paham bahasa rekannya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saking dalamnya pengertian antara mereka, tatapan mata antara keduanya sudah cukup menggantikan peran sebuah dialog.
"Semuanya soal tatapan mata, bukan dialog (antara kita berdua). Kami memilih untuk tidak berbicara satu dengan lainnya selama pertandingan β kami tak bisa. Tapi kami bisa mengindikasikan sesuatu dengan mata kami atau memberikan rekan kami sebuah sinyal tanda setuji saat dia meminta bola diarahkan ke satu sisi lapangan," lanjut Rooney.
Hal serupa dialami Tevez yang pada awal kedatangannya banyak diragukan akan bisa klop di lini depan MU mengingat dia memiliki tipe yang sama dengan Rooney. Tapi setelah 16 pekan terlewati, penyerang Argentina itu mampu memberi bukti.
Orang berpikir saya terlalu sama dengan Rooney untuk bisa berduet dengannya, tapi kami buktikan kalau kami bisa menyebabkan kerusakan pada tim lain. Semakin baik pengertian antar kami, semakin besar kerusakan yang kami sebabkan," timpal Tevez. (din/din)











































