Di Anfield, Minggu (16/12/2007), "Setan Merah" meraih kemenangan tips 1-0 atas "Si Merah". Gol semata wayang dalam pertandingan alot itu lahir dari sontekan Carlos Tevez meneruskan tembakan keras Wayne Rooney.
Dalam lima musim terakhir, laga Premiership yang mempertemukan MU dengan Liverpool --dengan mengecualikan pertemuan keduanya di ajang lain-- memang tak menghasilkan selisih gol yang terlalu besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada musim 2005/06 kedua tim bermain imbang tanpa gol di kandang Liverpool dan MU menang 1-0 di Old Trafford. Semusim sebelumnya MU menang 2-1 di kandang sendiri dan memetik kemenangan tandang 1-0.
Di musim 2003/04, MU kembali meraih tiga poin di Anfield berkat kemenangan 2-1, sedangkan Liverpool membalas dengan menundukkan MU 1-0 di "Theatre of Dreams".
Kemenangan besar memang sempat dicatatkan tim besutan Sir Alex Ferguson pada musim 2002/03 dengan 4-0 di kandang sendiri. Namun pada pertemuan pertamanya dengan The Kop di musim tersebut, MU hanya mampu mencatat kemenangan away 2-1.
"Itu memang tipikal laga Liverpool-United," komentar Sir Alex kepada MUTV yang dilansir situs resmi klubnya, Senin (17/12/2007) dinihari WIB.
Mungkin tak sedikit yang menilai kalau dalam kemenangan kali ini Ryan Giggs cs lebih banyak ditekan sehingga permainan pun didominasi Liverpool, terutama di babak kedua. Namun Fergie tak peduli.
"Sepakbola mengalir bukanlah masalahnya, ini soal memenangi pertandingan. Namun saat kami bermain di babak pertama, kami terlihat seperti tim yang lebih baik (dari lawan)," pungkas dia.Β (krs/a2s)











































